GMNI Jember Tolak Wacana Pembangunan SPPG di Unej

  • 16 Mei 2026 20:27 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jember menolak wacana pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan Universitas Jember (Unej).

Ketua DPC GMNI Jember, Abdul Aziz Al Fazri, menilai kampus harus tetap menjaga independensi akademik dan tidak berubah menjadi pelaksana proyek pemerintah di luar fungsi utama perguruan tinggi.

“Independensi perguruan tinggi adalah syarat mutlak kampus menjadi ruang kritis, otonom dan berorientasi pada kemajuan ilmu pengetahuan serta kepentingan publik jangka panjang,” ujarnya dalam pernyataan sikap tertulis, Sabtu (15/5/2026).

Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi dalam program strategis nasional seharusnya tetap berada dalam kerangka tridarma perguruan tinggi, seperti penelitian, pengabdian masyarakat, dan pengembangan keilmuan.

Ia menilai pembangunan SPPG di kampus tidak memiliki keterkaitan langsung dengan penguatan fungsi akademik maupun pengembangan riset.

GMNI Jember menilai program Makan Bergizi Gratis merupakan agenda strategis nasional dengan cakupan sangat besar.

Pemerintah menargetkan puluhan juta penerima manfaat dengan anggaran ratusan triliun rupiah dalam dua tahun pelaksanaan program tersebut.

Namun demikian, GMNI menilai ekspansi program perlu diimbangi kesiapan tata kelola, pengawasan, dan kelembagaan yang matang agar tidak menimbulkan persoalan dalam implementasinya.

“Ini menjadi ironi ketika dibandingkan dengan kebutuhan sektor pendidikan yang masih mendesak, seperti keterbatasan anggaran pendidikan, kesejahteraan guru honorer yang belum layak, hingga kebutuhan peningkatan kualitas riset dan pembelajaran di perguruan tinggi,” ujarnya.

Selain itu, organisasi mahasiswa tersebut mengingatkan agar kampus tetap memprioritaskan persoalan pendidikan tinggi, seperti kualitas pembelajaran, penguatan riset, kesejahteraan tenaga pendidik, hingga akses pendidikan.

“Jangan sampai pembangunan fasilitas di luar fungsi inti perguruan tinggi justru mengalihkan perhatian dan sumber daya institusi dari agenda akademik yang lebih mendesak,” katanya.

Dalam pernyataan sikapnya, GMNI Jember meminta Unej mengedepankan fungsi kampus sebagai pusat kajian, pengawasan, dan evaluasi ilmiah terhadap implementasi program Makan Bergizi Gratis.

Mereka juga mengajak civitas academica untuk mengawal secara kritis dan objektif setiap proses pengambilan keputusan terkait rencana pembangunan SPPG di lingkungan kampus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....