Jember Bentuk Desa Migran Emas untuk Cegah PMI Nonprosedural
- 16 Mei 2026 19:38 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Pemerintah Kabupaten Jember mendorong pembentukan Desa Migran Emas sebagai upaya mencegah keberangkatan pekerja migran Indonesia (PMI) nonprosedural.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Jember, Hadi Mulyono, mengatakan banyak persoalan pekerja migran di luar negeri berawal dari proses keberangkatan yang tidak sesuai prosedur.
“Begitu ada problem di luar negeri, setelah dilihat kronologisnya ternyata berangkatnya tidak prosedural,” ujarnya, saat on air Halo RRI, Jumat (15/5/2026).
Menurut Hadi, kondisi tersebut berpotensi memicu berbagai persoalan. Mulai dari kasus kekerasan hingga tindak perdagangan orang.
Karena itu, melalui program Desa Migran Emas (Edukatif, Maju, Aman, Sejahtera), pemerintah desa diharapkan dapat mendeteksi sejak awal calon pekerja migran yang akan berangkat ke luar negeri.
Desa juga diharapkan mampu memberikan informasi terkait jalur resmi keberangkatan PMI melalui BP3MI maupun lembaga yang legal dan terverifikasi.
Untuk mendukung layanan tersebut, saat ini petugas BP3MI telah ditempatkan di Mal Pelayanan Publik Jember guna membantu proses informasi dan administrasi pekerja migran.
Selain itu, layanan medical check up bagi calon PMI kini juga sudah tersedia di Rumah Sakit Daerah Balung dan Soebandi.
“Mudah-mudahan ke depan hal-hal semacam itu tidak terulang lagi. Kalau prosedural, mulai dari berangkat, bekerja sampai kembali lagi itu bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.
Hadi mengimbau masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri agar selalu menempuh jalur resmi demi menjamin perlindungan dan keamanan selama bekerja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....