Banyuwangi Hijau Layani 23 Ribu Rumah Tangga
- 13 Mei 2026 18:38 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Program Banyuwangi Hijau yang mendorong pengelolaan sampah berbasis sirkular terus mendapat respons positif dari masyarakat. Hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 23.410 rumah tangga di 73 desa telah bergabung dalam program pengelolaan sampah ramah lingkungan tersebut.
Program Banyuwangi Hijau merupakan sistem pengelolaan sampah berbasis kawasan dan masyarakat melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS 3R) di sejumlah wilayah desa.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan sejak dijalankan pada 2023, program tersebut terus berkembang dan memperluas cakupan layanan persampahan di Banyuwangi.
“Hingga Mei 2026 program ini telah menjangkau 73 desa dengan layanan kepada 23.410 rumah tangga atau sekitar 500 ribu jiwa penduduk,” ujar Ipuk, Rabu, 13 Mei 2026.
Selain memperluas layanan, fasilitas TPS 3R Balak di Kecamatan Songgon juga mencatat peningkatan pengolahan sampah. Sejak awal operasional, fasilitas tersebut telah menerima lebih dari 14.145 ton sampah dengan dukungan 91 tenaga kerja.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 652 ton merupakan sampah anorganik dan 455 ton sampah organik yang berhasil dikelola.
“Capaian tersebut menunjukkan terus meningkatnya partisipasi masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis sumber serta penguatan sistem layanan persampahan terpadu di tingkat desa dan kawasan,” kata Ipuk.
Ia menambahkan, pemerintah daerah terus mendorong desa untuk aktif mendukung pengelolaan sampah agar sampah rumah tangga tidak lagi dibakar maupun dibuang ke sungai.
“Terima kasih atas dukungan warga terhadap program ini. Selain mengurangi volume sampah di TPA, program ini juga membantu mengurangi sampah laut,” ujar Ipuk.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi, Dwi Handayani, menjelaskan keberhasilan Program Banyuwangi Hijau tidak lepas dari keterlibatan desa dalam mendukung layanan persampahan. Sebanyak 73 desa disebut telah menandatangani perjanjian kerja sama dan membentuk lembaga operator desa untuk mendukung pengelolaan sampah.
“Desa-desa tersebut juga menganggarkan Alokasi Dana Desa Khusus untuk kegiatan persampahan periode 2023-2026 dengan total mencapai Rp3,97 miliar,” ujar Yani, sapaan akrabnya.
Selain pembangunan sistem layanan, perubahan perilaku masyarakat juga menjadi fokus program. Hingga kini, sebanyak 46.555 warga telah mengikuti kegiatan edukasi dan pelatihan terkait pengelolaan sampah yang digelar Tim Banyuwangi Hijau.
Pada 2026, Program Banyuwangi Hijau menargetkan perluasan layanan hingga menjangkau 116 desa dengan cakupan sekitar 885 ribu jiwa penduduk di Banyuwangi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....