Banyuwangi Raih Penghargaan Ekosistem Halal dari Universitas Brawijaya

  • 07 Mei 2026 18:20 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Universitas Brawijaya (UB) Malang memberikan penghargaan kepada Kabupaten Banyuwangi sebagai daerah dengan perkembangan ekosistem halal yang dinilai sangat pesat. Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Indonesia Halal Ecosystem Summit & Halal Metric Award di Kampus UB Malang, Selasa, 5 Mei 2026.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen Banyuwangi dalam membangun industri dan ekosistem halal secara menyeluruh.

“Komitmen Banyuwangi dalam mengembangkan ekosistem halal mendapat apresiasi tinggi dari akademisi Universitas Brawijaya dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH),” ujar Ipuk, Kamis, 7 Mei 2026.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala BPJPH Haikal Hasan bersama Rektor UB Malang, Prof Widodo. Banyuwangi meraih tiga penghargaan sekaligus, meliputi kategori inovasi, kolaborasi dan pemberdayaan publik dalam pengembangan ekosistem halal, serta pengembangan infrastruktur halal.

UB Malang sendiri dikenal sebagai salah satu kampus yang konsisten mengembangkan kajian halal di Indonesia. Salah satu akademisinya, Prof Dr Tri Susanto, disebut sebagai peneliti awal kajian halal di Indonesia sejak 1988 yang turut memantik lahirnya sertifikasi halal nasional.

Rektor UB, Prof Widodo, menilai Banyuwangi memiliki potensi besar dalam pengembangan ekosistem halal, mulai sektor UMKM hingga pariwisata.

“Banyuwangi memiliki komunitas yang kuat, tidak hanya makanan tetapi juga sektor pariwisata. Kami melihat progres Banyuwangi dalam mengembangkan ekosistem halal sangat baik,” kata Widodo.

Hal senada disampaikan Kepala BPJPH Haikal Hasan. Menurutnya, Banyuwangi layak menjadi contoh daerah yang aktif mendorong pengembangan industri halal.

“UMKM didorong mendapatkan sertifikat halal, rumah potong hewannya juga. Banyuwangi bisa menjadi percontohan,” ujar Haikal.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi sendiri telah memfasilitasi penerbitan 22.091 sertifikat halal bagi produk UMKM. Selain itu, terdapat delapan rumah potong hewan dan empat rumah potong unggas di Banyuwangi yang telah tersertifikasi halal.

Ipuk menegaskan penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat ekosistem halal di Banyuwangi secara inklusif dan berkelanjutan.

“Ini bukan hanya tentang sertifikasi, tetapi bagaimana membangun ekosistem halal yang menyeluruh, mulai UMKM, infrastruktur, hingga pariwisata halal yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” kata Ipuk.

Menurutnya, pengembangan industri halal diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Banyuwangi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....