Bantaran Sungai Binaung Bersih, Warga Songgon Tinggalkan Kebiasaan Lama
- 05 Mei 2026 21:34 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi - Bantaran Sungai Binaung di Dusun Krajan, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, yang dulu dikenal sebagai tempat pembuangan sampah, kini berubah bersih. Perubahan itu terjadi setelah hadirnya layanan TPS 3R Balak dan program Banyuwangi Hijau sejak 2021.
Sebelumnya, selama puluhan tahun kawasan tersebut menjadi lokasi pembuangan sampah massal. Tumpukan sampah bahkan pernah membentang hingga sekitar 100 meter dan berasal dari berbagai desa, termasuk limbah pasar.
Rini Setyawati (40), warga setempat, mengaku kondisi itu sudah berlangsung sejak lama, bahkan sebelum dirinya lahir. Ia menuturkan, rumahnya berada tepat di depan lokasi tersebut. Tumpukan sampah kala itu menyerupai bukit dan kerap jatuh ke sungai, menimbulkan bau menyengat, terutama saat hujan turun.
“Sejak saya belum lahir sudah jadi tempat pembuangan sampah. Baunya luar biasa, apalagi kalau hujan,” ujar Rini, Selasa 5 Mei 2026.
Ketua RT setempat, Agus Purnomo, mengatakan kondisi itu sempat dibiarkan karena sulit dikendalikan. Setiap hari, sampah terus berdatangan sehingga upaya pembersihan tidak pernah tuntas.
“Yang buang bukan hanya warga sini, tapi juga dari desa lain,” kata Agus.
Perubahan mulai terlihat ketika Desa Songgon masuk dalam layanan TPS 3R Balak. Seluruh tumpukan sampah di bantaran sungai kemudian dikeruk dan dipindahkan ke tempat pengolahan.
Kepala Desa Songgon, Qoderi, menyebut bantaran sungai kini juga telah dipagari untuk mencegah praktik pembuangan liar terulang.
“Sampah kami bersihkan dan dibawa ke TPS. Bantaran sungai dipagari agar tidak dibuangi lagi,” ujar Qoderi.
Ia menjelaskan, sebelumnya warga tidak memiliki alternatif lokasi pembuangan. Namun setelah sistem pengelolaan tersedia, pola penanganan sampah mulai berubah.
Meski demikian, proses transisi tidak berjalan mudah. Pada awal penerapan, masih ada warga yang membuang sampah sembarangan, bahkan saat kegiatan kerja bakti berlangsung.
“Kami tegur dan kami minta mereka membawa pulang kembali sampahnya,” ujar Qoderi.
Kini, pengelolaan sampah di Songgon berjalan lebih tertata. Warga mulai memilah sampah dari rumah, sementara petugas melakukan pengangkutan rutin dua kali dalam sepekan.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mencatat, Program Banyuwangi Hijau sejak 2023 hingga kuartal I 2026 telah menjangkau sekitar 500 ribu penduduk. Program ini tidak hanya menyediakan layanan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....