Kunang-Kunang Kebudayaan: Uji Karya di Ruang Publik

  • 30 Apr 2026 17:36 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember: Festival PEKA 2026 memasuki tahap konsolidasi karya melalui pelaksanaan praktik lokakarya pada Minggu III dan IV April 2026. Fase ini menjadi bagian penting dalam persiapan menuju produksi utama pada Juni–Juli 2026, dengan penekanan pada integrasi elemen artistik serta pengujian karya di ruang publik. Pelaksanaan kegiatan difokuskan pada penggabungan unsur kostum, tari, karnaval, dan dramaturgi dalam satu kesatuan pertunjukan. Pendekatan practice-based dan site-responsive diterapkan untuk memastikan karya tidak hanya matang secara konsep, tetapi juga relevan dengan konteks sosial dan lingkungan.

Latihan terbuka digelar di Alun-Alun Jember sebagai ruang uji publik. Kegiatan ini dimanfaatkan untuk mengukur komposisi gerak, ritme visual, serta interaksi langsung dengan masyarakat. Selain itu, latihan di ruang terbuka menjadi sarana untuk menguji kesiapan mental dan performatif peserta dalam menghadapi situasi pertunjukan nyata. Pada aspek produksi, pengembangan kostum bertema Kunang-Kunang Kebudayaan, menunjukkan progres signifikan. Penyusunan pola dasar telah mencapai 100 persen, sementara desain artistik berada pada tahap 50 persen dan masih dalam proses penyempurnaan. Proses ini didukung melalui kolaborasi dengan desainer dari Jember Fashion Carnaval (JFC) guna meningkatkan kualitas visual dan teknis.

Sementara itu, latihan artistik tari dan karnaval mulai menunjukkan integrasi dengan desain kostum tahap awal. Di sisi lain, latihan drama berbasis naskah difokuskan pada penguatan struktur dramaturgi untuk menjaga kesinambungan narasi dalam pertunjukan.

Penerima manfaat Dana Indonesiana, Yuyun Handayani, menilai fase ini memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas peserta. “Latihan di ruang publik menjadi pengalaman penting bagi kami, terutama dalam membangun kesiapan mental dan kemampuan berinteraksi dengan audiens secara langsung,” ucap Yuyun kepada RRI, 30/4/2026.

Meski menunjukkan capaian positif, pelaksanaan kegiatan masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain finalisasi desain artistik kostum, peningkatan adaptasi terhadap dinamika ruang publik, serta penguatan sinkronisasi antar elemen pertunjukan. Festival PEKA 2026 merupakan program seni kolaboratif berbasis riset yang didukung oleh Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan. Program ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem kebudayaan melalui pendekatan kontekstual, inovatif, dan berorientasi pada keterlibatan publik.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....