REC : Pentingnya Kolaborasi dalam Menghadapi Bahaya Mikroplastik
- 30 Apr 2026 01:36 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember: Rumah Edukasi Creative (REC) Jember menggelar diskusi edukasi lingkungan di sekretariat Yayasan Bhineka Harmoni, Gebang, Jember, di pekan terakhir bulan April 2026 ini. Hadir dalam kegiatan ini perwakilan elemen masyarakat lintas agama, kepercayaan, pegiat budaya, hingga mahasiswa dalam satu ruang dialog bersama. Forum ini dirancang sebagai wadah bertukar gagasan sekaligus memperkuat kolaborasi dalam merespons isu-isu sosial dan lingkungan yang kian mendesak.
Diskusi berlangsung dinamis dengan menyoroti keterkaitan antara krisis lingkungan dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Para peserta aktif berbagi pengalaman serta praktik baik dalam pengelolaan lingkungan di komunitas masing-masing. Kehadiran lintas elemen ini mencerminkan semangat inklusivitas sekaligus menegaskan bahwa persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan secara sektoral, melainkan membutuhkan keterlibatan bersama.
| Baca juga: KORMI Jember Bidik Emas di Forprov Jatim III |

Pada sesi akhir, pemaparan materi disampaikan oleh Sofi Azilan Aini dari ECOTON (Ecological Observations and Wetlands Conservation) dengan fasilitator Debora Krisnowati. Sofi mengungkapkan bahwa pengelolaan sampah di Indonesia masih belum optimal, termasuk praktik pembakaran dan pembuangan sembarangan yang memicu terbentuknya mikroplastik.
"Partikel ini berasal dari berbagai sumber seperti limbah plastik rumah tangga, serat tekstil sintetis, hingga abrasi ban kendaraan. Mikroplastik kini telah tersebar luas di udara, air, tanah, hingga masuk ke rantai makanan manusia. Paparan berkelanjutan bahkan membuat mikroplastik terdeteksi dalam tubuh manusia, tubuh kita, termasuk darah, paru-paru, ASI, dan sistem reproduksi yang berpotensi memicu stres oksidatif dan inflamasi kronis. Maka penting upaya mitigasi melalui pengurangan plastik sekali pakai serta pola konsumsi makanan kaya antioksidan dan antiinflamasi, seperti buah nanas, lemon, kiwi, serta sayuran hijau seperti brokoli dan bayam."ujarnya, 29/4/2026.
Sementara itu, Direktur REC Redy Saputro, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi krisis iklim dan pangan. Menurutnya, kerja kolektif menjadi kunci dalam mendorong perubahan nyata, mulai dari edukasi hingga praktik pengelolaan lingkungan yang bisa diterapkan dari lingkup rumah, sekolah, hingga kampus. Ia berharap gerakan bersama ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat di Jember dan sekitarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....