Sebanyak 11 Kecamatan di Banyuwangi Rawan Kekeringan

  • 27 Apr 2026 18:40 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Sebanyak 11 kecamatan di Kabupaten Banyuwangi masuk kategori rawan kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banyuwangi pun meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan.

Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Partana, mengatakan pemetaan tersebut dilakukan sebagai langkah awal mitigasi menghadapi potensi kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino. Wilayah yang masuk kategori rawan tinggi tersebut meliputi Wongsorejo, Tegaldlimo, Singojuruh, Blimbingsari, Kabat, Gambiran, Purwoharjo, Siliragung, Muncar, Bangorejo, dan Pesanggaran.

“Sebanyak 11 kecamatan kami petakan memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kekeringan,” ujar Partana, Senin (27/4/2026).

Menurut Partana, daerah-daerah tersebut memiliki kerentanan terhadap keterbatasan sumber air bersih saat kemarau, sehingga perlu penanganan prioritas jika terjadi kekeringan. Selain itu, BPBD juga mencatat empat kecamatan dengan tingkat kerawanan sedang, yakni Glagah, Kalipuro, Giri, dan Cluring. Sementara 10 kecamatan lainnya masuk kategori rendah.

Untuk mengantisipasi dampak kekeringan, BPBD menyiapkan berbagai langkah, termasuk pembentukan satuan tugas (satgas) siaga kemarau yang melibatkan lintas sektor.

“Kami sudah berkoordinasi dengan OPD terkait untuk memastikan suplai air bersih tetap terpenuhi, terutama di wilayah rawan,” ucap Partana.

Langkah ini juga menindaklanjuti imbauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang memprediksi kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan puncak pada Agustus hingga September.

BPBD mengimbau masyarakat di wilayah rawan untuk mulai menghemat penggunaan air dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan selama musim kemarau berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....