Keterbatasan Internet Jadi PR Dunia Pendidikan Bondowoso

  • 24 Apr 2026 17:57 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso - Keterbatasan jaringan internet dan sarana prasarana masih menjadi kendala pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) di wilayah pelosok Bondowoso. Seorang siswa SDN Banyuwulu 2 terpaksa mengulang ujian karena tidak dapat menyelesaikan soal berbasis daring akibat gangguan sinyal, pada pelaksanaan TKA beberapa waktu lalu.

Guru SDN Banyuwulu 2, Fauzan Adima, Jumat (24/4/2026) mengatakan, dari delapan siswa yang mengikuti TKA, satu siswa bernama Muhammad Riski tidak bisa menuntaskan ujian sesuai waktu. Hal itu disebabkan jaringan internet yang tidak stabil saat pelaksanaan ujian berlangsung.

“Pakai laptop guru lima unit, tiga lainnya pinjam,” katanya.

Ia menjelaskan, meski sekolah telah menyiapkan jaringan wifi, kualitas sinyal masih belum memadai. Kondisi tersebut menyebabkan siswa kesulitan mengakses soal yang harus dikerjakan secara online.

“Sebelumnya sempat dicoba, tapi pas pelaksanaan trobel,” ujarnya.

Selain persoalan jaringan, keterbatasan sarana juga menjadi kendala. Sekolah belum memiliki perangkat komputer memadai, meskipun telah direncanakan memiliki laboratorium komputer. Bantuan chromebook juga belum diterima hingga saat ini. “Tapi dapat monitor besar itu, kami gunakan sebagai pembelajaran,” ucap Fauzan.

Sementara itu, Kepala SDN Banyuwulu 2, Miskali, mengungkapkan kondisi bangunan sekolah turut memengaruhi proses belajar mengajar. Salah satu ruang kelas mengalami kerusakan akibat pergeseran pondasi sehingga dinding bagian atas retak. Akibatnya, kegiatan belajar siswa dialihkan ke ruang laboratorium.

“Pondasi bangunannya bergeser, sehingga bagian dinding atasnya retak parah,” jelasnya.

Di sisi lain, akses menuju sekolah juga masih sulit. Siswa harus menempuh jalan berbatu dengan banyak tanjakan setiap hari. Sebagian besar siswa berjalan kaki sejauh ratusan meter hingga beberapa kilometer untuk sampai ke sekolah.

“Biasanya para siswa berjalan kaki, sebagian lainnya diantar orang tuanya,” paparnya.

Miskali menambahkan, pihaknya telah berupaya meningkatkan kualitas jaringan sebelum pelaksanaan TKA. Namun, faktor geografis diduga menjadi penyebab utama lemahnya sinyal di wilayah tersebut.

“Mungkin karena faktor geografis atau gimana, saya kurang paham,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....