Ekonomi Lumajang 2025 Tumbuh 5,35 Persen

  • 23 Apr 2026 15:51 WIB
  •  Jember

RRI,CO,ID, Lumajang - Ekonomi Kabupaten Lumajang pada 2025 tumbuh 5,35 persen, melampaui capaian nasional 5,11 persen dan Jawa Timur 5,33 persen. Capaian ini disampaikan Bupati Lumajang Indah Amperawati dalam kegiatan Pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) dan Sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 di Ruang Rapat Nararya Kirana, Kamis (23/4/2026).

Indah menyebut, pertumbuhan tersebut menjadi sinyal positif bahwa aktivitas ekonomi masyarakat terus bergerak di tengah dinamika global. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan fondasi ekonomi daerah yang semakin menguat.

“Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lumajang tahun 2025 berada di angka 5,35 persen, lebih tinggi dari nasional dan Jawa Timur. Ini menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat berjalan baik dan terus meningkat,” ujar Indah.

Struktur ekonomi Lumajang hingga kini masih didominasi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi 31,98 persen. Kondisi ini menegaskan karakter wilayah yang agraris sekaligus menjadikan sektor tersebut sebagai penopang utama ekonomi daerah.

“Pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi Lumajang, dan ini harus terus kita perkuat sekaligus kita dorong nilai tambahnya,” kata Indah.

Di sisi lain, sektor industri pengolahan mulai menunjukkan penguatan dengan kontribusi 23,66 persen. Perkembangan ini menandakan adanya pergeseran menuju hilirisasi yang mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

Meski demikian, ketergantungan pada sektor primer masih menjadi tantangan tersendiri. Pemerintah daerah menilai penguatan sektor nonpertanian perlu terus didorong agar struktur ekonomi lebih seimbang dan berdaya saing.

“Ke depan, kita perlu mendorong sektor-sektor lain agar struktur ekonomi semakin seimbang dan memiliki daya saing lebih tinggi,” tegas Indah.

Dari sisi ketenagakerjaan, kondisi Lumajang juga menunjukkan tren membaik. Tingkat pengangguran terbuka tercatat 3,08 persen, lebih rendah dibandingkan Jawa Timur 3,88 persen dan nasional 4,85 persen, yang menunjukkan peningkatan penyerapan tenaga kerja.

Pemkab Lumajang melihat capaian ini sebagai momentum untuk memperkuat pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berbasis data. Melalui program Desa Cantik dan Sensus Ekonomi 2026, kebijakan diharapkan semakin tepat sasaran.

“Dengan data yang akurat, kita pastikan setiap kebijakan benar-benar tepat sasaran dan berdampak bagi masyarakat,” ungkap Indah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....