Gandeng Berbagai Pihak, Jember Perkuat Upaya Cegah Pernikahan Dini
- 17 Apr 2026 22:41 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mendorong kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan pernikahan dini.
Hal ini disampaikan Bupati Jember, Muhammad Fawait, dalam talkshow bertema Sekolah Berdaya Mencegah Pernikahan Dini, di Pendopo Wahyawibawagraha.
Fawait menegaskan, persoalan pernikahan dini tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan erat dengan berbagai masalah sosial lain, seperti stunting, angka kematian ibu (AKI), dan angka kematian bayi (AKB).
“Masalah ini tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja. Perlu keterlibatan semua pihak, mulai dari sekolah, guru, hingga keluarga,” ujarnya, melalui rilis yang diterima RRI, Jumat (17/4/2026).
Ia juga menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap batas usia pernikahan yang telah diatur dalam undang-undang, yang mempertimbangkan kesiapan kesehatan reproduksi.
Menurutnya, kehamilan di usia terlalu muda menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap tingginya kasus stunting.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Jember tengah merancang program sekolah berdaya dengan pendekatan berbasis karakteristik wilayah, baik di kawasan perkotaan, pedesaan, maupun pesisir.
Sementara itu, pendiri Sekolah Cikal, Najelaa Shihab mengapresiasi langkah Pemkab Jember yang dinilai progresif karena melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam pembangunan pendidikan.
Menurutnya, pendekatan tersebut menunjukkan perubahan paradigma pendidikan, dari yang semula berfokus pada institusi menjadi berbasis ekosistem.
“Pendidikan tidak hanya soal sekolah, tetapi juga keluarga dan isu sosial, termasuk pernikahan anak. Ini pendekatan yang masih jarang dilakukan pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia berharap program yang tengah dirintis di Jember dapat menjadi contoh praktik baik bagi daerah lain dalam menekan angka pernikahan dini.
Sebagai informasi, Sekolah Cikal, sebuah institusi pendidikan inklusi berbasis kompetensi di Indonesia yang berfokus pada pengembangan diri, minat, dan bakat anak secara unik dari jenjang PAUD hingga SMA.
Cikal dikenal menggunakan kurikulum kompetensi 5 Bintang, menerapkan blended learning, serta menyediakan Pendidikan Inklusi Cikal (PIC) bagi anak berkebutuhan khusus.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....