Harga Manggis Melonjak, Petani Banyuwangi Panen Untung

  • 15 Apr 2026 20:21 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Kenaikan harga manggis pada musim panen tahun ini membawa berkah bagi petani di Banyuwangi. Komoditas ekspor unggulan tersebut kini dihargai hingga Rp80 ribu per kilogram untuk kualitas super.

Lonjakan harga ini terjadi karena terbatasnya pasokan dari daerah lain, sehingga Banyuwangi menjadi satu-satunya wilayah yang masih memasuki masa panen. Kondisi tersebut mendorong harga di tingkat petani dan pengepul meningkat signifikan.

Pengepul manggis asal Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro, Rudi Hermawan, mengatakan harga manggis di tingkat petani untuk kualitas campuran kini berada di kisaran Rp63 ribu hingga Rp65 ribu per kilogram.

“Kalau yang super bisa sampai Rp80 ribu lebih. Ini naik jauh dibanding sebelumnya,” ujar Rudi, Rabu, 15 April 2026.

Menurutnya, kenaikan harga sudah mulai terasa sejak Ramadan. Permintaan ekspor tetap tinggi, sementara pasokan dari daerah lain seperti Bali, Lombok, hingga Sumatera sudah tidak tersedia.

“Sekarang yang panen tinggal Banyuwangi. Daerah lain sudah selesai, jadi harga naik,” kata Rudi.

Kondisi ini berbeda jauh dengan tahun sebelumnya. Saat itu, harga manggis di tingkat petani sempat anjlok hingga Rp3 ribu per kilogram akibat panen raya serentak di berbagai daerah, bahkan bersamaan dengan panen di Thailand. Akibatnya, banyak petani memilih tidak memanen buahnya karena tidak sebanding dengan biaya produksi.

Sementara itu, petani manggis asal Desa Bulusari, Kecamatan Kalipuro, Masruroh, mengaku sangat terbantu dengan kenaikan harga tahun ini. Ia berharap harga tinggi ini bisa bertahan hingga akhir musim panen. Pasalnya, masa panen manggis di Banyuwangi diperkirakan hanya berlangsung sekitar satu bulan lagi.

“Tahun lalu dua keranjang cuma dapat Rp700 ribu. Sekarang bisa sampai Rp6 juta. Alhamdulillah jauh sekali bedanya,” ujar kata Masruroh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....