Damkarmat Banyuwangi Waspadai Laporan Palsu Kebakaran

  • 14 Apr 2026 20:24 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi mewaspadai maraknya laporan palsu kebakaran setelah menerima informasi hoaks dari oknum tak bertanggung jawab, Senin, 13 April 2026. Laporan tersebut menginformasikan adanya kebakaran di wilayah Kalipuro melalui pesan WhatsApp.

Petugas yang menerima laporan tidak langsung bergerak ke lokasi. Sejumlah kejanggalan dalam informasi yang disampaikan pelapor membuat Damkarmat melakukan verifikasi lebih mendalam.

Humas Damkarmat Banyuwangi, Kadhafi, mengatakan sejak awal pihaknya mencurigai laporan tersebut karena keterangan pelapor tidak konsisten.

“Informasi yang disampaikan berubah-ubah dan tidak jelas. Kami kemudian meminta pelapor mengirimkan live location serta bukti visual kejadian,” ujar Kadhafi, Selasa, 14 April 2026.

Dari hasil penelusuran, lokasi yang dikirim ternyata bukan live location, melainkan titik yang diduga diambil dari peta digital. Selain itu, foto yang dikirim pelapor juga teridentifikasi sebagai dokumentasi lama kebakaran di wilayah Purwodadi pada 2025.

“Dari situ kami pastikan laporan tersebut tidak benar atau hoaks,” kata Kadhafi.

Petugas juga menelusuri nomor pelapor dan menemukan indikasi keterkaitan dengan aktivitas pinjaman online ilegal. Dugaan sementara, laporan palsu tersebut digunakan sebagai modus untuk kepentingan tertentu.

Kadhafi menegaskan, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, Damkarmat Banyuwangi juga pernah menjadi sasaran laporan palsu evakuasi ular yang berujung prank.

Sebagai langkah antisipasi, Damkarmat kini memperketat prosedur verifikasi sebelum menerjunkan personel ke lapangan. Setiap laporan wajib disertai lokasi real time dan bukti visual terkini.

“Ini penting agar petugas tidak salah bergerak dan tetap siap menangani kejadian yang benar-benar membutuhkan pertolongan,” jelasnya.

Pihaknya pun mengingatkan masyarakat agar tidak menyalahgunakan layanan darurat. Laporan palsu tidak hanya merugikan petugas, tetapi juga berpotensi menghambat penanganan kejadian sebenarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....