Bondowoso Kebut Pembangunan Jembatan di Titik Pasca Bencana
- 14 Apr 2026 14:00 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melakukan penanganan darurat pascabanjir di sejumlah wilayah dengan fokus pemasangan bronjong dan perbaikan infrastruktur. Perbaikan dilakukan di tujuh titik terdampak dengan total anggaran sekitar Rp500 juta, guna menahan aliran air agar tidak kembali merendam permukiman warga.
Saat kunjungan ke Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang, Kepala Dinas BSBK Bondowoso, Ansori, mengatakan penanganan dilakukan secara kolaboratif lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Beberapa titik menjadi kewenangan Dinas BSBK, BPBD, hingga Perkim, terutama untuk rumah tidak layak huni (RTLH).
“Yang diperbaiki sebenarnya kita kolaborasi, karena ada beberapa titik yang menjadi kewenangan Dinas BSBK dan BPBD. Ada juga RTLH yang menjadi kewenangan Perkim, tapi kita fokus ke yang kita tangani,” kata Ansori.
Ia menjelaskan, terdapat empat titik yang dikunjungi langsung oleh Bupati Bondowoso, di antaranya jembatan di Gapura dan aliran Sungai Gunung Putri yang berbatasan dengan Kabupaten Situbondo. Pada titik-titik tersebut dilakukan pemasangan bronjong sebagai langkah penanganan sementara.
“Seperti yang disampaikan Bapak Bupati, kita bisa menangani sementara, paling tidak ketika ada air tidak langsung masuk ke rumah warga,” ujarnya.
Ansori menambahkan, sebelumnya tidak terdapat penghalang di lokasi terdampak sehingga air banjir langsung masuk ke rumah dan lahan pertanian warga. Kondisi itu sempat viral di media sosial.
| Baca juga: Tiga Rumah di Wonosari Ludes Terbakar |
Terkait jembatan yang rusak dan masih menggunakan akses sementara, Pemkab Bondowoso merencanakan perbaikan permanen melalui perubahan APBD. Hal ini karena perbaikan jembatan belum tercantum dalam RKPD sehingga tidak bisa dianggarkan melalui pergeseran anggaran sebelumnya.
“Kemarin rencana kita menggunakan dana BTT, tapi sudah kita tangani sementara. Untuk penggantian jembatan kita anggarkan di perubahan APBD, sekitar Rp500 juta untuk penanganan awal,” jelasnya.
Sementara itu, Kalaksa BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo, menyebut total terdapat tujuh titik terdampak banjir yang ditangani dengan pemasangan bronjong. Lokasi tersebut tersebar di Kecamatan Wonoboyo, Ampelan, Wringin, Botolinggo (Dusun Klekean), serta Sukosari.
“Total ada tujuh titik, dan semuanya dilakukan pemasangan bronjong dengan anggaran sekitar Rp500 juta,” ungkap Kristianto.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....