Inflasi Banyuwangi Terkendali di tengah Tekanan Selama Ramadan
- 09 Apr 2026 10:53 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Laju inflasi di Kabupaten Banyuwangi pada Maret 2026 tetap terkendali meski menghadapi tekanan peningkatan konsumsi selama Ramadan dan Idulfitri. Bahkan, inflasi Banyuwangi tercatat lebih rendah dibandingkan tingkat provinsi dan nasional.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Banyuwangi sebesar 0,37 persen pada Maret 2026. Angka tersebut berada di bawah inflasi Jawa Timur sebesar 0,38 persen dan nasional sebesar 0,94 persen.
Kondisi ini menunjukkan daya tahan ekonomi daerah dalam menghadapi lonjakan permintaan musiman. Pasalnya, periode Ramadan umumnya identik dengan kenaikan harga sejumlah bahan pokok.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut capaian tersebut tidak lepas dari sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga di pasaran. Berbagai intervensi juga dilakukan untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Pengendalian inflasi ini hasil kerja bersama berbagai pihak yang terus memantau kondisi harga dan pasokan,” ujar Ipuk, Rabu, 6 April 2026.
Sebagai langkah konkret, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Banyuwangi menggelar operasi pasar murah di sejumlah wilayah. Selain itu, pemerintah daerah juga melakukan operasi pasar LPG 3 kilogram untuk mengatasi kelangkaan dan menjaga distribusi tetap stabil.
Kepala BPS Banyuwangi Abdus Salam menjelaskan, tekanan inflasi selama Maret dipicu kenaikan harga sejumlah komoditas pangan. Di antaranya daging ayam ras, telur ayam ras, cabai rawit, serta daging sapi.
“Kenaikan harga terjadi karena meningkatnya permintaan masyarakat selama Ramadan, ditambah keterbatasan pasokan di beberapa komoditas,” kata Salam.
Ia menambahkan, lonjakan kebutuhan LPG juga turut memengaruhi harga di tingkat konsumen. Selain faktor domestik, dinamika global ikut memberi tekanan terhadap inflasi daerah.
“Faktor eksternal seperti kenaikan harga energi akibat konflik di Timur Tengah turut berdampak pada inflasi,” ujarnya.
Meski demikian, upaya pengendalian terus diperkuat melalui pemantauan rutin oleh Satgas Pangan di pasar tradisional dan pusat distribusi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan barang dan menjaga stabilitas harga tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....