Gesah Bareng Bupati Buka Aspirasi Petani hingga Nelayan Banyuwangi

  • 15 Agt 2026 10:50 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Berbagai persoalan petani, nelayan, peternak, hingga pelaku perkebunan disampaikan langsung kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melalui forum “Gesah Bareng Ambi Bupati”. Forum tersebut menjadi ruang dialog bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan sekaligus mendapatkan respons dan tindak lanjut dari pemerintah daerah.

Forum perdana digelar di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Jumat, 14 Agustus 2026, dan dihadiri ratusan warga. Aspirasi yang disampaikan antara lain penguatan hilirisasi produk pertanian, akses pasar, distribusi telur dan susu lokal, zonasi tangkap nelayan, hingga pengembangan komoditas kopi.

Rahmat, alumni Jagoan Tani 2022 sekaligus pelaku usaha susu, meminta program tersebut tidak berhenti pada kompetisi. Ia berharap peserta mendapatkan pendampingan lanjutan agar produk yang dikembangkan dapat memiliki akses pasar lebih luas.

“Program ini sangat bagus karena menjembatani kami. Bahkan program ini juga diapresiasi secara nasional,” kata Rahmat.

Rahmat yang mengembangkan produk turunan berupa pie susu juga meminta Pemkab Banyuwangi membantu membuka akses pemasaran. Menurutnya, produk tersebut perlu difasilitasi agar dapat masuk ke e-katalog, hotel, ritel modern, sekaligus mendapatkan dukungan legalitas.

Dari sektor peternakan, Umu yang mewakili peternak ayam petelur menyampaikan tekanan usaha akibat kenaikan harga pakan. Ia menilai subsidi jagung melalui program SPHP telah membantu peternak dan berharap program tersebut berlanjut serta menjangkau peternak skala kecil.

“Bantuan SPHP jagung dari Dispertan sangat membantu kami. Kami berharap program ini berkelanjutan dan juga menjangkau peternak kecil,” tutur Umu.

Umu juga meminta pemerintah daerah membantu memperluas pemasaran telur produksi Banyuwangi ke luar daerah, termasuk kawasan Indonesia timur. Menurutnya, akses pasar menjadi salah satu kebutuhan penting untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak.

Sementara dari sektor kelautan, nelayan menyampaikan persoalan zonasi tangkap ikan antarnelayan. Aspirasi tersebut disampaikan di tengah potensi pesisir Banyuwangi yang membentang sekitar 175 kilometer dari wilayah utara hingga selatan.

Persoalan hilirisasi juga disampaikan Abdurrahman, Sekretaris Kelompok Tani Desa Gombengsari. Ia mendorong pembentukan sentra pengolahan kopi yang terintegrasi untuk meningkatkan posisi tawar petani sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap harga di tingkat tengkulak.

“Kami juga ingin ada dukungan Pemkab untuk melaunching Sekolah Kopi di Gombengsari. Ini penting untuk mengedukasi generasi muda sekaligus menjaga keberlanjutan warisan tradisi leluhur kami,” ujarnya.

Dari Kecamatan Ketapang, Nur Ahmadi yang mewakili kelompok ternak mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap akses jalan dan fasilitas pengolahan limbah. Menurutnya, warga kini mulai mengembangkan limbah peternakan menjadi pupuk dan briket, sekaligus mengolah susu hasil peternakan.

“Kami berharap susu hasil peternakan warga bisa masuk dalam menu MBG, Ibu Bupati,” ujarnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Ipuk Fiestiandani menegaskan penguatan sektor pangan harus diikuti dengan hilirisasi dan perluasan akses pasar. Ia meminta organisasi perangkat daerah terkait memetakan setiap usulan yang disampaikan warga untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan pemerintah daerah.

“Tujuannya mendekatkan pemerintah dengan masyarakat dan mendengar langsung persoalan mereka. Saya ajak jajaran teknis untuk menindaklanjuti. Jadi bagi saya ini pertemuan yang efektif, mendengar langsung dari masyarakat dan mengeksekusinya bersama,” tegas Ipuk.

Forum “Gesah Bareng Ambi Bupati” selanjutnya dijadwalkan berlangsung rutin setiap Jumat pada pekan kedua dan keempat setiap bulan. Tema dialog akan disesuaikan dengan persoalan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....