Siswa SMP Banyuwangi Sulap Sampah Jadi Produk Bernilai

  • 08 Apr 2026 08:39 WIB
  •  Jember
Poin Utama
  • Pengelohan Sampah

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Siswa SMP Negeri 3 Banyuwangi, membuktikan bahwa pengelolaan sampah bisa dimulai dari lingkungan sekolah. Melalui program berbasis ekonomi sirkular, para siswa mampu mengolah sampah menjadi produk bernilai sekaligus mendukung pelestarian lingkungan.

Kegiatan tersebut turut ditinjau Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat berkunjung ke SMPN 3 Banyuwangi, Selasa, 7 April 2026. Dalam kunjungan tersebut, Ipuk melihat langsung proses pengolahan sampah yang dilakukan siswa.

Di sekolah ini, sampah organik seperti daun dan ranting tidak lagi dibuang begitu saja. Siswa mengumpulkannya untuk diolah menjadi kompos melalui proses bertahap hingga siap digunakan sebagai pupuk.

Tak hanya itu, sisa makanan dari aktivitas siswa juga dimanfaatkan sebagai pakan maggot. Hasil budidaya tersebut kemudian digunakan untuk pakan ikan yang dipelihara di lingkungan sekolah.

“Sisa makanan dari MBG kami kelola untuk pakan maggot, lalu hasilnya dimanfaatkan untuk pakan ikan,” ujar Fadil, siswa kelas 8 yang aktif dalam kegiatan tersebut, Selasa 7 April 2026.

Fadil mengaku telah mengikuti kegiatan pengelolaan sampah sejak kelas 7. Ia merasa kegiatan tersebut bermanfaat karena bisa belajar langsung praktik pengolahan lingkungan.

“Sejak kelas 7 sudah ikut. Saya memang suka kegiatan pertanian, jadi senang bisa praktik langsung,” tutur Fadil.

Selain kompos, siswa juga menghasilkan produk lain seperti eco enzyme dan pupuk organik cair (POC). Produk tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan sekolah, bahkan sebagian sudah dipasarkan dengan harga terjangkau.

Bupati Ipuk mengapresiasi keterlibatan aktif siswa dalam pengelolaan sampah. Menurutnya, edukasi seperti ini penting untuk membangun kesadaran lingkungan sejak dini. Ia berharap program serupa dapat dikembangkan di sekolah lain sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah berkelanjutan di Banyuwangi.

“Ini sangat baik, anak-anak tidak hanya belajar teori, tapi langsung praktik mengelola sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujar Ipuk.

Sementara itu, Kepala SMPN 3 Banyuwangi Holilik mengatakan program ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam membangun budaya peduli lingkungan.

“Selain pengelolaan sampah, kami juga mengintegrasikan edukasi Geopark Ijen dalam pembelajaran sebagai penguatan karakter peduli lingkungan,” ujar Holilik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....