Keluhan LPG 3 Kg di Jember, Pertamina Tegaskan Stok Aman di Pangkalan
- 08 Apr 2026 00:54 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Keluhan warga Kabupaten Jember terkait sulitnya mendapatkan LPG 3 kilogram di sejumlah wilayah seperti Umbulsari, Gumukmas, Kencong, hingga Ambulu mendapat respon dari Pertamina Patra Niaga.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, memastikan bahwa ketersediaan LPG bersubsidi di tingkat pangkalan resmi masih dalam kondisi aman.
“Stok LPG 3 kilogram di pangkalan resmi wilayah Jember tersedia dan jumlahnya bervariasi di masing-masing pangkalan,” ujarnya, kepada RRI Jember, Selasa (7/4/2026).
Ia menjelaskan, distribusi resmi LPG bersubsidi hanya sampai pada pangkalan. Sementara di tingkat pengecer, Pertamina tidak memiliki kewenangan untuk memantau ketersediaan barang.
“Kami bisa memonitor ketersediaan stok secara real-time di masing-masing pangkalan. Tapi kalau sudah di ranah pengecer, itu bukan jalur distribusi resmi, kami nggak bisa memantau,” kata dia.
Karena itu, pihaknya meminta masyarakat memastikan lokasi kelangkaan yang terjadi. “Apakah kosongnya di pangkalan resmi atau pengecer, agar itu juga bisa menjadi bahan evaluasi distribusi,” tambahnya.
“Mungkin di toko-toko kelontong tiba-tiba barang nggak ada, nah kami nggak bisa menjawab itu,” kata dia.
Dari sisi pasokan, Pertamina mencatat alokasi LPG untuk wilayah Jember mencapai sekitar 5.600 metrik ton atau setara dengan 1,9 juta tabung.
Penambahan pasokan juga telah dilakukan sebelumnya. Terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri, guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan.
“Pada momen tersebut, kebutuhan masih dapat terpenuhi dan tidak ada laporan kelangkaan,” tambahnya.
Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, Pertamina menerapkan sistem pembelian menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di pangkalan resmi.
Sistem ini memungkinkan pemantauan distribusi secara by name by address. Selain itu, pengawasan juga dilakukan terhadap pangkalan.
Jika ditemukan pelanggaran, seperti menjual di atas harga eceran tertinggi (HET) atau tidak mencatat data pembeli, sanksi tegas akan diberikan mulai dari teguran hingga pemutusan hubungan usaha.
“Perlu adanya peran serta aktif lintas pihak ya. Karena pengecer bukan jalur distribusi resmi. Makanya pengawasan Pertamina tidak bisa menjangkau ke arah sana,” kata dia.
Meski demikian, hingga awal April 2026, Pertamina menyatakan belum menemukan adanya pelanggaran di wilayah Jember, terutama di tingkat pangkalan resmi.
Pertamina mengimbau masyarakat tidak panik dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Warga juga diminta memastikan membeli LPG di pangkalan resmi agar mendapatkan harga sesuai ketentuan.
“Menjadi hemat atau efisien menggunakan energi itu bukan berarti berhenti produktif. Tapi bijak mengendalikan penggunaan energi, sesuai dengan kewajaran dan kebutuhan,” kata dia.
“Karena kami pastikan di seluruh wilayah Jawa Timur, termasuk Jember, ketersediaan energi, baik BBM, LPG maupun Avtur untuk Bandara Notohadinegoro, dalam posisi terjaga dan tersedia,” tambahnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....