Distribusi Terlambat, Antrean BBM di Bondowoso Mengular

  • 02 Apr 2026 11:45 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso - Antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU dipastikan karena keterlambatan distribusi dari Kabupaten Banyuwangi. Kondisi ini terjadi sejak beberapa hari terakhir dan berdampak pada seluruh jenis BBM, mulai Pertalite, Pertamax hingga Solar.

Manager SPBU Tamansari, Jagir, menjelaskan bahwa keterlambatan pengiriman dipicu kemacetan panjang menuju jalur penyeberangan Banyuwangi - Bali. Antrean kendaraan disebut mengular hingga wilayah Wongsorejo, sehingga mobil tangki tidak bisa masuk maupun keluar tepat waktu.

“Pengiriman dari Banyuwangi itu terlambat karena antrean ke arah penyeberangan sampai Wongsorejo. Mobil tangki tidak bisa masuk dan keluar, itu yang menyebabkan keterlambatan,” ujar Jagir saat dikonfirmasi, Kamis (2/4/2026).

Ia menegaskan, tidak ada pengurangan kuota maupun kenaikan harga dari Pertamina. Namun, keterlambatan distribusi membuat pasokan di SPBU tersendat sehingga memicu antrean panjang dan lonjakan pembelian oleh masyarakat.

Menurutnya, SPBU Tamansari baru menerima pasokan BBM pada dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Namun, BBM yang datang langsung diserbu konsumen karena sebelumnya sempat terjadi kekosongan akibat kiriman yang terlambat hingga lebih dari satu hari.

“Kuota harian Pertalite di SPBU kami hanya 16 kiloliter (KL). Tidak ada penambahan, jadi ketika datang langsung habis diserbu,” katanya.

Jagir menambahkan, antrean terjadi di semua jenis BBM karena masyarakat membeli dalam jumlah besar akibat kepanikan. Ia juga menduga kekhawatiran warga juga dipicu isu global, termasuk konflik di Timur Tengah, meskipun tidak berdampak pada harga BBM di dalam negeri.

“Mungkin masyarakat panik karena isu-isu yang beredar. Padahal tidak ada kenaikan harga dan tidak ada pengurangan dari Pertamina,” ungkapnya.

Untuk meredam kepanikan, pihaknya bahkan memasang pengumuman bahwa harga BBM tidak berubah serta melakukan siaran langsung melalui media sosial guna memberikan penjelasan kepada masyarakat.

“Saya sampaikan langsung, saya tanggung jawab kalau ada kenaikan. Tapi faktanya tidak ada perubahan harga,” tegasnya.

Ia memastikan, pasokan BBM akan kembali normal apabila distribusi dari Banyuwangi sudah lancar. Saat ini, kendala utama masih pada keterlambatan pengiriman akibat hambatan di jalur distribusi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....