Jembatan Garuda Dibangun, Empat Titik di Bondowoso

  • 31 Mar 2026 17:57 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Program Jembatan Garuda atau Jembatan Perintis mulai direalisasikan di Kabupaten Bondowoso dengan pembangunan empat titik jembatan prioritas. Program yang diinisiasi pemerintah pusat dan dilaksanakan TNI Angkatan Darat ini difokuskan pada perbaikan akses vital masyarakat, dengan pengerjaan dimulai sejak Senin, 30 Maret 2025.

Dandim 0822 Bondowoso Letkol Inf Prawito mengatakan, sebelumnya pihaknya telah mengusulkan sembilan titik jembatan yang dinilai mendesak untuk diperbaiki atau dibangun baru. Namun, pada tahap awal, baru empat titik yang mendapatkan persetujuan anggaran untuk dikerjakan.

“Dari sembilan titik yang kita ajukan, saat ini yang disetujui untuk dilaksanakan pembangunan ada empat titik,” ujar Prawito saat dikonfirmasi, Selasa (31/3/2026).

Empat lokasi tersebut meliputi jembatan di Sukowiryo yang menghubungkan Desa Sukowiryo dengan Desa Kejawan sepanjang 45 meter di perbatasan Kecamatan Bondowoso dan Grujugan. Kemudian jembatan di Desa Sumber Salak sepanjang 35 meter yang juga menghubungkan akses ke Kecamatan Grujugan.

Selain itu, pembangunan juga dilakukan di Desa Gayam, Kecamatan Botolinggo dengan panjang jembatan 30 meter. Sementara satu titik lainnya berada di Desa Gadingsari, Kecamatan Pakem, yang menjadi penghubung antara Kabupaten Bondowoso dan Situbondo.

Menurut Prawito, jembatan di Gadingsari menjadi salah satu prioritas karena memiliki dampak besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat lintas kabupaten. Warga di wilayah Situbondo seperti Sumber Argo dan Sumber Malang lebih bergantung pada akses ke Bondowoso untuk aktivitas pasar dan distribusi hasil pertanian.

“Masyarakat di sana lebih dekat ke Bondowoso, hanya sekitar 30 menit. Kalau ke Situbondo bisa sampai satu hingga satu setengah jam, dan aksesnya juga masih sulit,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, kondisi jembatan sebelumnya di lokasi tersebut masih bersifat swadaya dengan material kayu dan bambu yang rentan rusak saat banjir. Karena itu, pembangunan jembatan permanen dinilai sangat mendesak untuk menunjang keselamatan dan mobilitas warga.

Prawito menambahkan, pengerjaan jembatan dilakukan secara padat karya dengan melibatkan masyarakat setempat serta tenaga teknis. Hal ini dilakukan agar pembangunan tidak hanya mempercepat infrastruktur, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung bagi warga.

“Pengerjaan kita lakukan bersama masyarakat dengan pendampingan teknisi, supaya konstruksi tetap aman dan tidak menimbulkan risiko di kemudian hari,” katanya.

Secara nasional, program Jembatan Garuda telah memasuki tahap ketiga. Namun untuk wilayah Bondowoso, pembangunan ini menjadi tahap awal pelaksanaan.

Ditargetkan, seluruh pembangunan empat jembatan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu 1,5 - 2 bulan dengan pengerjaan dilakukan secara paralel di masing-masing titik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....