Arak-Arakan Pegon Semarakkan Lebaran Ketupat di Pantai Watu Ulo

  • 29 Mar 2026 22:04 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Tradisi arak-arakan kendaraan tradisional pegon kembali mewarnai perayaan Lebaran Ketupat di kawasan Pantai Watu Ulo, Sabtu (28/3/2026).

Puluhan pegon dari berbagai desa di Kecamatan Ambulu dan sekitarnya memadati area wisata, menciptakan suasana meriah sekaligus sarat nilai budaya.

Plt Camat Ambulu, Fahrul Asrori, mengatakan tradisi ini merupakan ikon budaya masyarakat setempat yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

Kegiatan tersebut juga menjadi ajang silaturahmi sekaligus daya tarik wisata tahunan, yang merupakan hasil kolaborasi antara paguyuban pegon dengan Pemkab Jember.

"Ini menjadi ikon Kecamatan Ambulu, khususnya Desa Sumberejo, dalam melestarikan kegiatan tahunan yang biasa diselenggarakan tepat di hari ketujuh bulan Syawal," ujarnya.

Menurutnya, pegon tidak hanya digunakan saat perayaan. Tapi masih dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya petani, untuk mengangkut hasil panen, pupuk, hingga material bangunan.

Namun pada momentum Lebaran Ketupat, fungsi pegon berubah menjadi kendaraan hias yang membawa keluarga untuk berwisata dan bersilaturahmi.

Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.

Pemerintah daerah pun tengah mengupayakan agar pegon dapat diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh pemerintah pusat, sebagai bentuk pelestarian budaya lokal.

"Ini adalah tradisi tahunan yang terus kita dorong. Tujuannya, tentu untuk menarik minat wisatawan, baik lokal maupun dari luar Jember," tambahnya.

Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari meningkatnya jumlah peserta maupun pengunjung tahun ini. Selain didukung tradisi tahunan, lonjakan wisatawan juga dipicu kebijakan tiket terintegrasi.

Kini, dengan harga Rp 12.500, masyarakat sudah bisa menikmati keindahan dua destinasi sekaligus, yaitu Pantai Watulo dan Pantai Papuma.

Kondisi di lapangan terpantau padat namun tetap terkendali. Aparat bersama unsur Muspika setempat disiagakan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan lancar.

“Kondisi di lapangan sangat padat namun tetap meriah. Kami bersama Muspika terus memantau agar kegiatan berjalan aman dan lancar," kata dia.

Tradisi arak-arakan pegon ini diharapkan tidak hanya menjadi warisan budaya yang terus lestari, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kunjungan wisata di Kabupaten Jember.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....