Penerima Bantuan Pangan Terendah di Jatim, Jember Optimistis Tekan Kemiskinan
- 28 Mar 2026 15:31 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Pemkab Jember terus memperkuat sinergi dengan Perum Bulog dalam memastikan penyaluran bantuan pangan berjalan optimal.
Upaya ini diyakini mampu menekan angka kemiskinan secara signifikan di wilayah setempat.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan optimisme tersebut saat menghadiri sosialisasi penyaluran bantuan pangan alokasi Februari–Maret 2026 di Pendopo Wahyawibawagraha.
Dalam kegiatan tersebut, Bulog bersama pemerintah daerah memberikan pemahaman teknis kepada jajaran OPD, camat, lurah, kepala desa, hingga unsur TNI-Polri agar distribusi bantuan dapat berjalan tepat sasaran.
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu mengungkapkan, bantuan pangan dari pemerintah pusat dijadwalkan mulai disalurkan pada akhir Maret 2026.
Ia menilai kehadiran lintas sektor dalam sosialisasi ini menjadi kunci kelancaran distribusi di lapangan.
Program bantuan tersebut merupakan bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus mendukung masyarakat berpenghasilan rendah.
“Insyaallah, pada akhir Maret ini akan dilaksanakan penyaluran bantuan pangan dari Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, bagi masyarakat Jember," ungkap Fawait, Sabtu (28/3/2026).
Untuk mendukung akurasi data penerima, Pemkab Jember berencana memasang penanda di rumah penerima manfaat.
Penanda ini akan digunakan sebagai instrumen sinkronisasi data dengan Badan Pusat Statistik (BPS), tanpa mencantumkan label yang berpotensi menimbulkan stigma sosial.
“Stiker tersebut tidak akan menggunakan kata miskin, melainkan cukup bertuliskan bantuan pangan disertai foto Presiden dan kepala desa,” kata dia.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengerahkan Satgas Pengentasan Kemiskinan yang melibatkan aparatur sipil negara guna memantau dan memvalidasi data masyarakat pada kelompok desil terbawah.
Fawait menyebut, tren jumlah penerima bantuan pangan di Jember saat ini menjadi yang terendah di Jawa Timur. Kondisi ini dinilai sebagai indikator positif menurunnya angka kemiskinan dalam beberapa waktu terakhir.
Pemkab Jember pun menargetkan jumlah penduduk miskin dapat ditekan hingga di bawah 200 ribu jiwa.
Target tersebut menjadi langkah ambisius, mengingat dalam satu dekade terakhir angka kemiskinan di Jember belum pernah menyentuh level tersebut.
Dengan penguatan kolaborasi lintas sektor dan perbaikan basis data, pemerintah optimistis program bantuan pangan tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen efektif dalam percepatan pengentasan kemiskinan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....