Pemkab Jember Siapkan Skema WFH, Antisipasi Kebijakan Efisiensi Energi
- 26 Mar 2026 07:20 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyiapkan sejumlah skenario antisipatif menghadapi kemungkinan kebijakan efisiensi energi nasional.
Termasuk penerapan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), serta penyesuaian sistem pembelajaran bagi pelajar.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan pihaknya siap mengikuti arahan pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait kebijakan tersebut.
Hingga kini, Pemkab masih menunggu keputusan resmi. Namun berbagai langkah persiapan telah dilakukan.
“Prinsipnya kami siap mengikuti instruksi pusat dan provinsi. Apa pun kebijakannya, kami tinggal menyesuaikan dan memastikan pelaksanaannya berjalan baik,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).
Sebagai langkah awal, Pemkab Jember mulai menerapkan efisiensi di internal pemerintahan. Salah satunya melalui penggunaan kendaraan dinas secara bersama oleh jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kebijakan ini dinilai mampu menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi.
Di sektor pendidikan, koordinasi dengan dinas terkait juga telah dilakukan untuk menyiapkan sistem pembelajaran yang fleksibel.
Skema yang disiapkan mencakup pembelajaran tatap muka maupun daring. Sehingga dapat langsung diterapkan sesuai kebijakan yang nantinya ditetapkan pemerintah.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh opsi tersedia dan dapat dijalankan tanpa kendala. Baik pembelajaran luring maupun daring harus sama-sama siap,” tambahnya.
Menurut Fawait, kebijakan efisiensi energi menjadi langkah strategis di tengah dinamika global, khususnya fluktuasi harga minyak dunia.
Oleh karena itu, daerah perlu sigap menyiapkan skenario agar tidak terjadi kendala saat kebijakan diberlakukan.
Ia menambahkan, hingga saat ini kondisi nasional masih relatif terkendali. Namun kesiapan tetap diperlukan sebagai langkah preventif.
Pemkab Jember memastikan akan terus memantau perkembangan kebijakan di tingkat pusat dan provinsi, sembari memastikan seluruh perangkat daerah dalam kondisi siap.
“Kami tidak ingin mendahului kebijakan. Tapi semua skenario sudah kami siapkan agar saat diterapkan, bisa langsung berjalan,” kata dia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....