Diaspora Banyuwangi Kuatkan Spirit Tandang Bareng

  • 23 Mar 2026 20:40 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Diaspora Banyuwangi kembali digelar di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Senin, 23 Maret 2026. Ajang tahunan ini mempertemukan para perantau dari berbagai daerah hingga mancanegara, yang menjadi momentum ini sekaligus memperkuat solidaritas warga Banyuwangi melalui semangat “tandang bareng”.

Acara yang diiringi musik kendang kempul dan sajian kuliner khas tersebut dihadiri diaspora dari Sumatera, Sulawesi, Papua, hingga luar negeri seperti Jerman dan Amerika Serikat.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan, tandang bareng merupakan filosofi kebersamaan yang harus terus dijaga dalam membangun daerah. Ia mengajak diaspora untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah, karena capaian Banyuwangi selama ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk para perantau.

“Semangat tandang bareng ini adalah modal yang terus kita jaga. Kita tidak bisa berjalan sendiri, tetapi harus kompak dan saling membantu,” ujar Ipuk, Senin 23 Maret 2026.

Ia memaparkan, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi pada 2025 mencapai 5,65 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional 5,11 persen dan Jawa Timur 5,33 persen. Pendapatan per kapita juga meningkat menjadi Rp67,08 juta, tertinggi di kawasan Sekarkijang. Selain itu, angka kemiskinan turun menjadi 6,13 persen, gini rasio berada di angka 0,29, dan tingkat pengangguran terbuka sebesar 3,94 persen.

“Capaian ini bukan semata kerja pemerintah, tetapi hasil kolaborasi semua pihak, termasuk diaspora Banyuwangi,” ucap Ipuk.

Kontribusi nyata diaspora juga dirasakan di berbagai daerah. Perwakilan Ikawangi Sumatera Utara, Nur Hidayat, menyebut warga Banyuwangi turut membantu penanganan pascabanjir di Sibolga dan Aceh dengan pembangunan sumur bor.

“Bantuan dari warga Banyuwangi sangat membantu penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak,” ucap Ipuk.

Sementara itu, diaspora asal Kalibaru yang kini tinggal di Jepang, Wulan, menyatakan kesiapan membantu warga Banyuwangi yang ingin bekerja di Jepang, khususnya di sektor tenaga kesehatan.

“Kami siap memfasilitasi warga Banyuwangi melalui program kerja sama antar pemerintah, karena kebutuhan tenaga kesehatan di Jepang cukup besar,” ujar Wulan.

Penasehat Ikawangi Pusat, Arief Yahya, menambahkan diaspora memiliki peran strategis dalam mempromosikan potensi daerah. Ia menyebut sektor pariwisata, blue economy, dan konektivitas wilayah sebagai kekuatan utama Banyuwangi.

“Diaspora bisa menjadi duta promosi pariwisata Banyuwangi di daerah perantauan masing-masing,” kata Arief.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....