Fawait Dorong Efisiensi Energi dan Penguatan Investasi di Jember

  • 15 Mar 2026 08:23 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait, mendorong upaya efisiensi energi di lingkungan pemerintah daerah sekaligus memperkuat iklim investasi di Kabupaten Jember. Hal tersebut disampaikan saat meninjau aktivitas industri di PT Nankai Indonesia yang berlokasi di Kecamatan Silo, perusahaan penanaman modal asing asal Jepang yang beroperasi di wilayah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Fawait menegaskan pentingnya langkah penghematan energi, termasuk dengan mengurangi penggunaan kendaraan dinas secara terpisah saat kegiatan lapangan. Ia menilai langkah efisiensi tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap kebijakan pemerintah pusat terkait penghematan penggunaan bahan bakar.

Menurutnya, kondisi global yang memengaruhi harga energi perlu diantisipasi melalui kebijakan yang lebih hemat dan efisien di tingkat daerah.

“Mengingat gejolak di Timur Tengah yang membuat harga minyak fluktuatif, kita harus waspada agar beban subsidi negara tidak membengkak. Jember harus memberikan contoh nyata dalam penghematan energi,"!ujarnya, Sabtu (15/3/2026).

Selain itu, ia juga mengapresiasi keberadaan PT Nankai Indonesia yang telah menanamkan investasi di Jember serta menyerap ratusan tenaga kerja, mayoritas berasal dari masyarakat sekitar.

PT. Nankai Indonesia yang telah menanamkan investasi sekitar 10 juta USD (setara Rp150 miliar lebih) di Jember.

Perusahaan ini saat ini mempekerjakan sekitar 250 orang, di mana 80 persen di antaranya merupakan warga lokal Jember, khususnya masyarakat sekitar Kecamatan Silo.

"Investasi adalah kunci utama mengurai kemiskinan di Jember selain belanja pemerintah. Kami berkomitmen menyelesaikan Perda RTRW agar Jember semakin ramah investasi," tambahnya.

Fawait berharap investasi yang masuk ke daerah tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi. Tapi juga memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.

Menanggapi situasi global dan kebutuhan efisiensi yang lebih tinggi, Fawait juga melempar wacana pemberlakuan kembali sistem Work From Home (WFH) atau kerja dari rumah secara selektif.

Menurutnya, kemajuan teknologi saat ini memungkinkan kinerja pemerintahan tetap optimal tanpa harus selalu bergantung pada mobilitas fisik, yang memakan biaya operasional tinggi.

"Kita punya pengalaman saat Covid-19. Dengan teknologi yang sudah maju, skenario WFH bisa kita terapkan kembali untuk menekan penggunaan BBM dan biaya kantor tanpa mengurangi kualitas layanan publik," kata dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....