Insentif Guru Ngaji di Jember Mulai Disalurkan
- 10 Mar 2026 22:10 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mulai menyalurkan insentif bagi guru ngaji, modin, serta pengajar kitab suci agama lain menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Penyaluran dilakukan secara bertahap di sejumlah kecamatan sebagai bentuk apresiasi terhadap para pengajar agama yang selama ini berperan dalam pembinaan spiritual masyarakat.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Jember, Nurul Hafid Yasin, mengatakan pada tahap awal penyaluran, insentif diberikan kepada 1.955 penerima yang tersebar di tujuh kecamatan. Sama seperti tahun sebelumnya, masing-masing penerima memperoleh insentif sebesar Rp1,5 juta.
“Program ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah daerah kepada para guru ngaji, modin, dan pengajar agama nonmuslim yang selama ini membimbing kehidupan beragama masyarakat,” ujarnya Selasa (10/3/2026).
Ia menjelaskan, proses penyaluran dilakukan secara bergilir melalui balai desa atau kelurahan dengan melibatkan sekitar 30 desa setiap hari.
Skema tersebut diterapkan agar distribusi insentif dapat berlangsung lebih cepat mengingat waktu menuju Idulfitri yang semakin dekat.
Nurul Hafid menegaskan, pencairan dana dilakukan secara transparan tanpa potongan apa pun. Dana yang belum diambil penerima juga tetap tersimpan utuh tanpa pengurangan.
“Tidak ada setoran awal ataupun potongan dalam proses pencairan. Dana tetap utuh sampai diterima oleh masing-masing penerima,” tegasnya.
Salah satu penerima insentif, Yuliana Ika, guru ngaji di Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah daerah kepada para pengajar agama.
Ia telah hampir 10 tahun mengajar mengaji bagi anak-anak di mushola kecil yang dibangun secara swadaya di samping rumahnya.
“Alhamdulillah menerima insentif guru ngaji. Prosesnya juga cepat, hanya membawa KTP dan buku tabungan untuk dicocokkan,” katanya.
Selain mengajar mengaji, Yuliana juga aktif di dunia pendidikan formal sebagai pengajar di Raudhatul Athfal (RA) serta mengelola bimbingan belajar.
Menurutnya, insentif yang diterima tahun ini sangat membantu, terutama menjelang Lebaran. Sebagian dana tersebut juga akan digunakan untuk memperbaiki mushola tempat ia mengajar.
Ia berharap, program serupa ke depan dapat menjangkau lebih banyak guru ngaji yang selama ini belum terdata sebagai penerima.
“Semoga ke depan bisa lebih merata sehingga guru ngaji lain yang belum terdata juga bisa menerima bantuan ini,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....