PMI Jember Salurkan 5.000 Liter Air Bersih di Desa Gugut

  • 04 Mar 2026 22:48 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Pascabanjir akibat luapan Sungai Dinoyo yang merendam Dusun Krajan, Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji, Palang Merah Indonesia Kabupaten Jember bergerak cepat.

Salah satunya dengan mendistribusikan air bersih bagi warga terdampak. Sebelumnya, hujan deras pada Senin (2/3/2026) malam menyebabkan sekitar 45 kepala keluarga terdampak banjir.

Selain genangan yang masuk ke rumah, hampir seluruh sumur warga tercemar lumpur. Hal itu membuat air sumur tidak layak dikonsumsi.

Sekretaris PMI Jember, Ghufron Eviyan Efendy, mengatakan relawan langsung diterjunkan untuk melakukan kaji cepat sekaligus membantu evakuasi warga.

“Fokus utama kami memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi. Karena sebagian besar sumur terendam dan tercemar lumpur,” ujarnya, saat on air Halo RRI, Rabu (4/3/2026).

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jember, distribusi air bersih dipusatkan di Desa Gugut dengan menempatkan empat tandon di titik.

PMI bertugas menyuplai air menggunakan mobil tangki. Setiap harinya, sekitar 5.000 liter air bersih yang disalurkan dan diisi ke empat tandon tersebut.

Distribusi dilakukan sekali sehari dan akan terus berlanjut hingga kondisi air sumur warga kembali normal. “Air yang kami distribusikan selalu habis digunakan warga,” kata Ghufron.

Selain pendistribusian air, relawan PMI juga melakukan asesmen terhadap sumur-sumur yang terdampak. Dalam waktu dekat, proses normalisasi sumur akan dilakukan agar warga dapat kembali memanfaatkan sumber air mereka.

Dari sisi kesehatan, hingga kini belum ada laporan gangguan kesehatan dari warga terdampak. Meski demikian, PMI menyiagakan relawan dengan kapasitas layanan kesehatan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

“Mengingat jarak lokasi dengan kantor PMI relatif dekat, relawan dapat segera diterjunkan bila ada kondisi darurat,” tambahnya.

Selain kebutuhan air bersih, warga juga membutuhkan bantuan sembako. Banjir yang sempat masuk ke rumah mengakibatkan perlengkapan dapur dan bahan makanan banyak yang terdampak.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran Sungai Dinoyo maupun wilayah hulu hingga hilir, untuk tetap waspada terhadap potensi luapan susulan.

Pasalnya, tidak terdapat bendungan di aliran Sungai Dinoyo maupun Sungai Panti sehingga debit air bisa meningkat secara tiba-tiba saat hujan deras.

“Warga diharapkan menyiapkan langkah evakuasi mandiri serta mengamankan barang-barang berharga lebih awal guna meminimalkan risiko jika banjir kembali terjadi,” kata dia.

Ketua PMI Jember, Zainollah, menambahkan setiap terjadi bencana, tim tanggap darurat langsung bergerak dengan tetap berkoordinasi bersama BPBD. Sinergi ini dilakukan agar penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....