Pemprov Jatim Salurkan Bantuan Rp5 Miliar bagi Warga Banyuwangi

  • 28 Feb 2026 16:55 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelontorkan bantuan sosial dan ekonomi senilai Rp5 miliar bagi warga Banyuwangi, Sabtu 28 februari 2026. Bantuan tersebut menyasar ratusan penerima manfaat, mulai dari lansia, penyandang disabilitas, hingga pelaku usaha ultra mikro.

Penyerahan dilakukan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Kantor Kecamatan Glenmore. Kegiatan itu turut dihadiri Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, serta jajaran perangkat daerah provinsi dan kabupaten.

Khofifah menjelaskan, bantuan tersebut merupakan bagian dari program bantalan sosial-ekonomi yang rutin disalurkan Pemprov Jatim selama Ramadan. Program itu mencakup Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), PKH Plus untuk lansia, zakat produktif, bantuan operasional pendamping PKH Plus, tali asih bagi TKSK dan Tagana, serta pemberdayaan desa.

“Bantuan sosial ini untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi. Sementara zakat produktif kami dorong agar pelaku usaha ultra mikro bisa berkembang dan tidak terjerat rente maupun pinjaman online,” ujar Khofifah, Sabtu 28 Februari 2026.

Ia menambahkan, total bantuan sosial-ekonomi Pemprov Jatim yang disalurkan ke seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur mencapai Rp160,9 miliar. Penyaluran dilakukan secara terintegrasi dengan pemerintah pusat dan kabupaten/kota agar tepat sasaran.

“Kita petakan bersama, mana yang menjadi intervensi pusat, provinsi, maupun kabupaten. Dengan begitu programnya saling melengkapi,” kata Khofifah.

Ipuk menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemprov Jatim kepada masyarakat Banyuwangi. Menurutnya, bantuan yang disalurkan saat Ramadan sangat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang Lebaran.

Ia menambahkan, Pemkab Banyuwangi juga memiliki program bantuan sosial-ekonomi bagi warga yang belum terjangkau bantuan pusat maupun provinsi.

“Program ASN Berbagi merupakan sedekah dari ASN untuk kebutuhan sembako dan penanganan anak stunting dari keluarga miskin. Sementara Banyuwangi Berbagi dilakukan secara kolaboratif melalui skema pentahelix, termasuk program bedah rumah dan dukungan sosial lainnya,” ujar Ipuk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....