Menteri Abdul Mu’ti Resmikan Revitalisasi 124 Sekolah di Jember
- 22 Feb 2026 09:48 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Pemerintah pusat meresmikan revitalisasi 124 satuan pendidikan di Kabupaten Jember yang dipusatkan di SMP Negeri 1 Balung, Sabtu (21/2/2026).
Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu'ti, bersama Bupati Jember, Muhammad Fawait.
Program tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai TK hingga SMK. Di Jember, alokasi terbesar diberikan kepada SMP Negeri 1 Balung dengan nilai Rp4,2 miliar.
Revitalisasi ini merupakan bagian dari program prioritas nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto, untuk memperkuat mutu pendidikan melalui peningkatan sarana dan prasarana.
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pada 2025 pemerintah telah menyelesaikan revitalisasi 16.167 satuan pendidikan secara nasional dengan capaian 100 persen.
Tahun 2026, sebanyak 11.470 sekolah telah masuk dalam alokasi APBN, dan pemerintah tengah mengajukan tambahan anggaran untuk 60 ribu sekolah lainnya.
Jika disetujui, target revitalisasi tahun depan bisa mencapai lebih dari 71 ribu sekolah. Ia berharap, sebelum tahun 2029, seluruh sekolah di Indonesia dapat tersentuh program revitalisasi secara bertahap.
Menariknya, program revitalisasi tahun 2026 akan dilaksanakan dengan sistem swakelola oleh masing-masing sekolah.
Skema ini dinilai mampu mempercepat perbaikan fisik, menyerap tenaga kerja lokal, serta menggerakkan ekonomi daerah melalui penggunaan material dari toko setempat.
“Program ini bukan sekadar memperbaiki gedung, tetapi juga menjadi stimulus ekonomi daerah. Pemerintah tidak pernah mengabaikan kualitas pendidikan,” kata dia.
Sementara itu, Bupati Fawait menegaskan bahwa pendidikan menjadi kunci memutus rantai kemiskinan di Jember. Pada awal masa jabatannya, terdapat 1.532 gedung sekolah dalam kondisi rusak berat.
Menurutnya, pembenahan data Dapodik secara jujur menjadi langkah awal agar kebutuhan riil daerah mendapat perhatian pemerintah pusat.
“Karena itu kami datang ke Jakarta, menyampaikan kondisi sebenarnya. Kami benahi data Dapodik agar apa adanya, jika rusak dilaporkan rusak. Jika tidak memiliki fasilitas, jangan dipaksakan. Kejujuran data menjadi kunci,” kata Fawait.
Hasilnya, pada 2025 Jember memperoleh alokasi revitalisasi terbesar sepanjang sejarahnya dengan 124 sekolah mendapat bantuan. Untuk 2026, Pemkab Jember kembali mengusulkan lebih dari 300 sekolah rusak berat agar masuk program lanjutan.
Bupati Fawait menyampaikan harapannya agar dukungan pemerintah pusat terus mengalir demi percepatan perbaikan infrastruktur pendidikan.
Ia menegaskan bahwa peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan penurunan angka kemiskinan hanya dapat dicapai melalui investasi jangka panjang di sektor pendidikan.
“Revitalisasi sekolah menjadi fondasi penting agar anak-anak Jember tumbuh dalam lingkungan belajar yang layak, aman, dan bermartabat,” kata dia.
Kepala SMP Negeri 1 Balung, M. Rohiem, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Jember.
Acara tersebut juga dihadiri jajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, para kepala OPD, direktur rumah sakit daerah, pengawas sekolah, serta kepala sekolah dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Jember.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....