Reboisasi Puncak Sriti Pulihkan Sumber Air

  • 19 Feb 2026 08:08 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Lumajang - Upaya pelestarian lingkungan berbasis kebutuhan masyarakat diperkuat melalui kegiatan reboisasi di kawasan Puncak Sriti, Dusun Jagokereng, Lumajang, Kamis, 12 Februari 2026. Kegiatan yang digelar komunitas pecinta lingkungan Desa Tamanayu ini menjadi langkah strategis memulihkan fungsi kawasan resapan air di wilayah hulu.

Dusun Jagokereng menjadi salah satu wilayah yang terdampak menurunnya debit sumber air. Kondisi hutan yang mulai gundul menyebabkan daya simpan air menurun sehingga masyarakat kesulitan memperoleh pasokan air bersih yang stabil.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang Hertutik mengapresiasi inisiatif masyarakat dalam penyelamatan lingkungan. Menurutnya, penanaman pohon di kawasan hulu menjadi langkah paling efektif menjaga keberlanjutan sumber mata air.

“DLH sangat mendukung kegiatan reboisasi ini. Penanaman pohon merupakan langkah strategis untuk memulihkan fungsi hutan sekaligus menjaga keberlangsungan sumber mata air yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Hertutik.

Kegiatan diawali apel bersama yang dipimpin Kapolsek Pronojiwo Soegeng Susanto dan dihadiri unsur Forkopimca, kepala desa, warga, serta komunitas pecinta lingkungan. Keterlibatan lintas unsur ini menunjukkan kesadaran bersama bahwa persoalan lingkungan harus ditangani secara kolaboratif.

Dalam kegiatan tersebut, ditanam sebanyak 500 pohon jenis beringin dan sukun. Kedua tanaman dipilih karena memiliki kemampuan menyimpan air, perakaran kuat, serta mampu menjaga kelembapan tanah sehingga efektif memperkuat daya dukung kawasan resapan.

Soegeng menegaskan penyelamatan lingkungan membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara masyarakat, pemerintah, dan aparat. Menurutnya, menjaga hutan saat ini merupakan investasi untuk keselamatan generasi mendatang.

“Upaya seperti ini bukan sekadar seremonial, tetapi langkah nyata menyelamatkan masa depan generasi berikutnya agar tetap memiliki sumber air dan lingkungan yang sehat,” tegas Soegeng.

Reboisasi Puncak Sriti menjadi contoh bahwa ketahanan lingkungan dan ketahanan air hanya dapat diwujudkan melalui partisipasi aktif masyarakat. Melalui pemulihan hutan sebagai penyangga kehidupan, Desa Tamanayu menegaskan komitmennya menjaga alam demi keberlanjutan hidup yang lebih baik.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....