Pemkab Jember Percepat Pemulihan Pascabanjir di 10 Kecamatan

  • 16 Feb 2026 15:27 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mempercepat upaya pemulihan pascabanjir, yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, sebanyak 7.445 kepala keluarga (KK) terdampak di 23 desa, yang tersebar di 10 kecamatan.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan bahwa status tanggap darurat telah ditetapkan sejak 12 hingga 26 Februari 2026 guna mempercepat penanganan di lapangan. Pemkab Jember mengambil langkah-langkah darurat. Mulai dari evakuasi warga, pendirian posko, distribusi logistik, hingga koordinasi lintas instansi, untuk memastikan keselamatan masyarakat.

Sejumlah wilayah terdampak antara lain Desa Nogosari di Kecamatan Rambipuji dan Desa Glundengan di Kecamatan Wuluhan.

Ketinggian air saat banjir mencapai 1 hingga 1,5 meter akibat luapan Sungai Bedadung dan Sungai Dinoyo yang berhulu di Pegunungan Argopuro.

Ratusan warga sempat mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Selain itu, satu korban jiwa dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat membersihkan rumah dari genangan air.

“Status tanggap darurat kami tetapkan sejak tanggal 12 hingga 24 Februari. Kami berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk memastikan keselamatan warga serta mempercepat penanganan di lapangan,” kata dia.

Pemerintah daerah juga mulai menyiapkan langkah pemulihan infrastruktur yang rusak, termasuk perbaikan tanggul dan normalisasi aliran sungai. Penguatan sistem drainase menjadi salah satu fokus untuk mengurangi risiko banjir berulang.

Saat ini, sebagian besar wilayah dilaporkan telah surut dan warga yang mengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa lumpur dan melanjutkan aktivitas.

“Alhamdulillah, saat ini kondisi relatif normal. Air sudah surut dan warga yang mengungsi sudah kembali. Kami terus mendampingi proses pemulihan agar masyarakat dapat bangkit secepatnya,” ujarnya.

Berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang masih berpotensi terjadi hingga sepekan ke depan.

Menyikapi hal tersebut, Fawait mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di kawasan daerah aliran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan dan selalu siaga terhadap potensi banjir susulan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem. Pemerintah bersama seluruh elemen akan terus siaga. Empati dan gotong royong menjadi kunci agar Jember dapat pulih secara perlahan namun pasti,” kata dia.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana dan penguatan infrastruktur berkelanjutan.

Pemkab memastikan penanganan tidak hanya difokuskan pada kondisi darurat. Tapi juga pada upaya pemulihan dan mitigasi jangka panjang agar dampak bencana dapat diminimalkan di masa mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....