Jember Tetapkan Status Tanggap Darurat hingga 26 Februari

  • 15 Feb 2026 07:58 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Pemkab Jember menetapkan status tanggap darurat bencana, menyusul peringatan potensi cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Status tersebut berlaku mulai 12 hingga 26 Februari 2026. Penetapan itu dilakukan setelah BMKG memprakirakan cuaca ekstrem melanda wilayah Jawa Timur, termasuk Jember, pada 10–20 Februari.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, memimpin rapat koordinasi dan evaluasi untuk memastikan kesiapan seluruh unsur pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana.

Ia menyatakan seluruh jajaran, mulai tingkat kabupaten hingga desa, telah diinstruksikan siaga. Koordinasi juga melibatkan TNI, Polri, serta relawan kebencanaan.

“Hari ini kami melakukan koordinasi dan evaluasi kesiapan seluruh elemen Pemkab. Kita harus bergerak bersama untuk antisipasi segala kemungkinan cuaca ekstrem ini," ujarnya, Minggu (15/2/2026).

Menurutnya, pemantauan hingga level kecamatan, desa, dan kelurahan penting agar kondisi lapangan dapat dipantau secara cepat dan responsif.

Meski demikian, ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik berlebihan, sembari terus memantau perkembangan cuaca.

Ia mengimbau warga untuk tetap tenang, namun selalu memantau perkembangan cuaca di lingkungan masing-masing hingga tanggal 20 mendatang.

"Saya berharap seluruh warga Jember tetap waspada. Kami dari pemerintah daerah, TNI, Polri, dan relawan, akan terus berjaga untuk memastikan semua kondisi tetap terkendali," kata dia.

Pemerintah Kabupaten Jember berharap langkah preventif ini dapat meminimalisir dampak risiko bencana.

“Semoga kita semua bisa melewati masa-masa ini dengan aman, dan Jember selalu diberikan keselamatan," tambahnya.

Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, mengatakan keputusan tanggap darurat memungkinkan percepatan penanganan di lapangan.

Fokus penanganan diarahkan pada dampak banjir bandang, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

"Dengan keputusan tanggap darurat ini, BPBD, seluruh OPD, serta elemen masyarakat termasuk TNI dan Polri, akan bahu-membahu menyelesaikan segala persoalan di lapangan," ujarnya.

Sementara itu, Pj Sekda Jember, Akhmad Helmi Luqman, menyebut curah hujan yang terjadi saat ini tergolong sangat ekstrem. Berdasarkan data BMKG, intensitas hujan disebut sebagai yang tertinggi dalam dua dekade terakhir.

Ia menegaskan situasi tersebut perlu diwaspadai, namun masyarakat diminta tidak panik. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus mendampingi warga selama masa tanggap darurat berlangsung.

Pemkab Jember berharap langkah antisipatif ini dapat meminimalkan risiko dan dampak bencana di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih berlangsung hingga akhir Februari.

“Kami bersama-sama dengan seluruh elemen akan terus bersiaga. Pemkab Jember hadir untuk membersamai masyarakat menghadapi dan melewati masa tanggap darurat bencana," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....