Ribuan Jiwa Terdampak, 90 Hektare Sawah Terendam Banjir di Balung
- 13 Feb 2026 12:50 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Banjir yang melanda Kecamatan Balung, Kabupaten Jember, Jumat (13/2/2026), berdampak luas terhadap permukiman hingga lahan pertanian warga.
Hingga saat ini, sekitar 1.400 jiwa atau kurang lebih 500 kepala keluarga (KK) terdampak genangan air, yang belum sepenuhnya surut.
Camat Balung, Agus Sucahyo, mengatakan banjir merendam rumah warga di sejumlah titik. Salah satunya di Jalan Jogaran, Desa Balung Lor, Dusun Wetan Kali, air masih meluber ke permukiman warga.
“Untuk kondisi saat ini air masih belum surut dan masih masuk ke rumah-rumah warga,” ujarnya, saat on air Halo RRI Jember.
Warga terdampak sebagian telah dievakuasi ke sejumlah titik pengungsian. Di Balung Lor, pengungsi ditempatkan di Masjid Darussalam, Jalan Jogaran.
Sementara di wilayah lain, warga mengungsi di balai dusun maupun masjid yang ada di Desa Gumelar. Pendataan lanjutan masih dilakukan untuk memastikan kondisi riil di lapangan.
“Kalau Desa Gumelar sekarang sudah surut. Kalau Balung Lor hingga siang ini masih belum, ketinggiannya 50 cm menggenangi rumah,” kata dia.
Tak hanya permukiman, banjir juga merendam areal pertanian. Berdasarkan laporan penyuluh pertanian, sedikitnya 90 hektare lahan sawah terendam.
Pihak kecamatan masih berkoordinasi dengan penyuluh dan petugas pertanian di Balung Lor maupun Gumelar untuk menentukan langkah teknis penanganan dan pendataan kerugian.
Ia mengimbau petani tidak memaksakan diri turun ke sawah, karena arus air dari dam masih cukup deras dan berpotensi membahayakan.
Adapun kebutuhan paling mendesak saat ini adalah logistik, terutama makanan siap konsumsi bagi warga terdampak. Dapur umum di Balung Lor telah didirikan, dengan bahan makanan yang didukung BPBD dan Dinsos Jember.
“Begitu juga di desa tetangga, posko sudah dibentuk dan dipusatkan di masjid Desa Curahmalang, untuk melayani warga yang terdampak,” kata dia.
Untuk layanan kesehatan, kepala puskesmas bersama tim medis telah turun langsung memantau kondisi pengungsi, khususnya lansia.
Hingga kini belum ada laporan warga yang harus dirawat intensif, meski pemantauan kesehatan terus dilakukan.
Pemerintah kecamatan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, sembari menunggu air benar-benar surut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....