Dispendik Jember Siapkan Mutasi Guru usai Insiden SDN Jelbuk 2
- 12 Feb 2026 11:58 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Dinas Pendidikan Kabupaten Jember memastikan telah mengambil langkah terhadap seorang guru di SDN Jelbuk 2, yang diduga melakukan tindakan tidak proporsional terhadap siswa.
Guru berinisial FT diduga tersulut emosi setelah merasa kehilangan uang, hingga kemudian bertindak di luar batas kewajaran dengan melucuti pakaian siswa. Kejadian itu memicu keberatan dari para wali murid.
Kepala Dinas Pendidikan Jember, Arief Tjahjono, mengatakan pihaknya telah melakukan mediasi antara guru FT dengan para wali murid dan menghasilkan sejumlah kesepakatan bersama.
“Mediasi sudah dilakukan dan ada beberapa poin yang disepakati. Ini menjadi pembelajaran bagi kita semua agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Arief, Kamis (12/11/2026).
Selain mediasi, guru tersebut juga telah dipanggil untuk menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku. Proses penanganan tetap berjalan secara administratif dan profesional.
Terkait sanksi, Arief menyebut salah satu tuntutan wali murid adalah agar guru tersebut tidak lagi mengajar di sekolah tersebut.
Dispendik berencana berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk memproses mutasi.
“Secara psikologis tentu perlu dipertimbangkan. Kami akan segera berkoordinasi agar langkah ini bisa dilaksanakan sesuai prosedur,” katanya.
Mengenai latar belakang kejadian, Arief membenarkan bahwa peristiwa dipicu dugaan kehilangan uang yang disebut terjadi lebih dari sekali.
Pada insiden terakhir, guru tersebut mengaku kehilangan uang yang memiliki nilai pribadi. Sehingga memicu reaksi emosional yang dinilai tidak tepat sebagai pendidik.
Meski demikian, Dispendik menekankan bahwa tindakan apa pun yang melampaui batas kewajaran dalam proses pendidikan tidak dapat dibenarkan.
Arief berharap peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh tenaga pendidik agar tetap menjunjung etika dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
“Kita ingin semua guru tetap berada dalam koridor yang benar saat mendidik anak-anak,” kata dia.
Saat ini, Dispendik memastikan situasi di sekolah telah kondusif dan proses penanganan kasus berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....