Ketua PCNU: Islam Ajarkan Pelestarian Lingkungan

  • 11 Feb 2026 12:56 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso - Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bondowoso, KH Abdul Qodir Syam, menegaskan bahwa ajaran Islam sejak awal telah memberikan perhatian besar terhadap pelestarian lingkungan hidup dan keseimbangan ekologi. 

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Gerakan Sedekah Oksigen dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-80 yang digelar di Kecamatan Sumber Wringin, Rabu (10/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, KH Abdul Qodir Syam menjelaskan bahwa dalam Islam terdapat konsep tanah haram yang dilindungi. Di kawasan tersebut, umat Islam dilarang merusak pepohonan, berburu hewan, maupun melakukan aktivitas yang dapat merusak lingkungan.

“Di wilayah tanah haram, dilarang merusak pohon, dilarang berburu hewan, dan dilarang melakukan tindakan yang merusak alam. Begitu juga bagi orang yang sedang berihram, baik umrah maupun haji, mereka dilarang memotong kayu dan berburu,” ujar KH Abdul Qodir Syam.

Ia menilai, ketentuan tersebut menunjukkan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi nilai-nilai konservasi dan keberlanjutan lingkungan hidup. Ajaran itu sekaligus menjadi pedoman moral bagi umat Islam dalam menjaga keseimbangan alam.

“Ini menandakan bahwa Islam mengajarkan kepada umatnya untuk menjaga lingkungan, menjaga ekologi, dan merawat alam sebagai amanah dari Allah SWT,” tuturnya.

KH Abdul Qodir Syam berharap, upaya penghijauan dan pelestarian lingkungan melalui Gerakan Sedekah Oksigen dapat sejalan dengan tuntunan syariat Islam dan ajaran Rasulullah SAW. Ia menekankan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan sekadar gerakan sosial, melainkan bagian dari ibadah.

“Semoga apa yang kita upayakan hari ini sejalan dengan apa yang disyariatkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dan menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” ungkapnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai tanggung jawab moral dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, merawat alam berarti menjaga keberlangsungan hidup manusia dan makhluk lainnya.

“Merawat alam berarti menjaga kehidupan. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” pungkasnya sebelum menutup dengan doa dan pembacaan Al-Fatihah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....