HEBITREN Bondowoso Dikukuhkan, Pesantren Siap Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat

  • 20 Jun 2026 08:53 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengukuhkan Pengurus Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN) Kabupaten Bondowoso dalam rangkaian Festival Muharram 1448 Hijriah x Road to Fesyar SAMARA (Semarak Ekonomi Syariah Sekarkijang), sebagai upaya memperkuat peran pesantren dalam pembangunan ekonomi umat berbasis syariah, di Bondowoso, Jumat, 19 Juni 2026.

Pengukuhan HEBITREN menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan yang digelar melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Bank Indonesia Jember, serta sejumlah pemangku kepentingan. Kehadiran organisasi tersebut diharapkan mampu memperkuat jaringan ekonomi antar pesantren sekaligus mendorong tumbuhnya usaha berbasis syariah di daerah.

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mengatakan pengembangan ekonomi syariah tidak dapat dipisahkan dari peran pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, HEBITREN diharapkan menjadi wadah penguatan ekonomi yang berdampak langsung pada kesejahteraan umat.

“Ini bukan sekadar perayaan Tahun Baru Islam, melainkan ikhtiar bersama untuk memperkuat ekonomi masyarakat yang mandiri, inklusif, dan berkeadilan,” kata Abdul Hamid Wahid.

Menurutnya, Festival Muharram yang dipadukan dengan Road to Fesyar SAMARA merupakan momentum strategis untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Pemerintah daerah ingin menjadikan semangat Tahun Baru Islam sebagai titik awal penguatan ekonomi syariah yang lebih luas di Bondowoso.

Selain pengukuhan HEBITREN, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan mock-up business matching pembiayaan syariah, penyerahan sertifikat halal kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta sertifikasi halal bagi Rumah Potong Hewan (RPH).

Program-program tersebut dinilai sebagai langkah konkret dalam memperluas akses pembiayaan syariah sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal. Legalitas usaha dan sertifikasi halal diyakini dapat membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha di Bondowoso.

Abdul Hamid Wahid menuturkan penguatan ekonomi syariah harus dibangun melalui tiga pilar utama, yakni kemudahan akses pembiayaan, pendampingan usaha yang berkelanjutan, dan kepastian legalitas usaha.

Dengan dukungan tersebut, lanjut dia, UMKM di Bondowoso diharapkan mampu berkembang lebih kuat, kompetitif, dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua HEBITREN Jawa Timur KH Faiz AHZ menyampaikan pengukuhan HEBITREN merupakan langkah strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi pesantren dan masyarakat.

“Pengukuhan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi pesantren dan umat. Pesantren harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Melalui HEBITREN, kami berharap terbangun jaringan usaha yang kuat antar pesantren dan lahir pelaku-pelaku usaha syariah yang memberikan manfaat luas bagi kesejahteraan umat,” ujar KH Faiz AHZ.

Festival Muharram 1448 Hijriah juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah melalui rangkaian Tabligh Akbar yang dihadiri masyarakat dari berbagai kalangan. Semangat hijrah yang menjadi makna Tahun Baru Islam diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi, kolaborasi, dan peluang ekonomi baru.

Melalui Festival Muharram 1448 Hijriah x Road to Fesyar SAMARA, Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya menjadikan ekonomi syariah sebagai salah satu pilar pembangunan daerah sekaligus memperkuat peran pesantren dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....