Dari Limbah Ladang, Dosen Polije Meramu Swasembada Pakan
- 09 Feb 2026 08:22 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Di tengah hamparan sawah dan perkebunan Kabupaten Jember, gagasan besar lahir dari tangan seorang dosen muda. Rizki Amalia Nurfitriani, S.Pt., M.Si. Bukan sekadar mengajar di ruang kelas Politeknik Negeri Jember (Polije), tetapi turun langsung membaca tantangan peternak di lapangan mahalnya pakan dan ketergantungan pada bahan impor.
Lulus di usia muda, Rizki memulai karier sebagai dosen ketika usianya baru 23 tahun. Pilihannya jatuh pada bidang Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan, sebuah disiplin yang jarang menjadi sorotan publik, tetapi krusial bagi ketahanan pangan nasional. Di sinilah ia menemukan misinya: mengubah “limbah” menjadi “berkah”.
Alih-alih bergantung pada pakan pabrikan, Rizki melihat potensi besar di sekelilingnya jerami padi yang sering dibakar petani, sisa tanaman jagung, hingga pucuk tebu pascapanen. Dengan teknologi fermentasi silase, bahan-bahan yang tadinya terbuang diolah menjadi pakan bergizi bagi sapi perah, sapi potong, dan kambing.
“Kami berkomitmen mengembangkan inovasi dengan mengedepankan kearifan lokal,” ujar Rizki Senin, 9 Februaro 2026.
Pendekatan ini bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga ekonomis. Biaya pakan yang selama ini menyedot keuntungan peternak dapat ditekan signifikan. Dampaknya terasa terutama bagi peternak kecil di pedesaan, yang kerap terjepit antara harga pakan mahal dan harga jual produk yang fluktuatif.
Konsep yang ia dorong mengarah pada integrated farming—sistem pertanian terpadu di mana limbah tanaman kembali masuk ke rantai produksi sebagai pakan ternak, sementara kotoran ternak dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
“Pemanfaatan limbah pakan lokal ini berpotensi mempercepat swasembada pangan,” jelasnya.
Dalam enam tahun perjalanan akademiknya, Rizki telah menghasilkan 17 artikel ilmiah internasional bereputasi dan menulis delapan buku mulai dari buku ajar hingga monograf. Karyanya menarik perhatian lembaga nasional; ia mendapatkan dukungan riset dari LPDP dan BRIN melalui program RIIM.
Jejak kolaborasinya juga meluas ke dunia industri dan desa. Ia bermitra dengan PT Noveltindo Berkah Mandiri serta BUMDes Setia Bhakti, menjembatani riset kampus dengan kebutuhan nyata di lapangan. Di saat yang sama, Rizki aktif sebagai reviewer nasional Program Dana Padanan dan editor buku di Penerbit BRIN peran strategis yang memperkuat ekosistem riset terapan vokasi.
“Inovasi ini akan mendorong produktivitas peternak, terutama di wilayah pedesaan,” tuturnya optimis.
Bagi Polije, sosok seperti Rizki adalah wajah baru pendidikan vokasi: dosen yang tidak hanya meneliti, tetapi menghadirkan solusi praktis bagi industri dan masyarakat. Dari jerami yang terhampar di sawah Jember, ia meramu harapan baru bahwa kemandirian pakan dan swasembada pangan bukan sekadar jargon, melainkan kerja nyata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....