DKPP Jember Catat 44 Kasus PMK
- 01 Feb 2026 23:55 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jember mencatat sebanyak 44 kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), di tujuh kecamatan hingga akhir Januari 2026. Data itu dihimpun dari laporan petugas lapangan, melalui aplikasi kesehatan hewan nasional. Di antaranya Kecamatan Ajung, Gumukmas, Kencong, Puger, Silo, Sukowono, dan Sumberjambe.
Kabid Kesehatan Hewan DKPP Jember, drh. Henry Kurniawan, mengatakan Gumukmas menjadi wilayah kasus terbanyak, mencapai 21 kasus. Sementara Sumberjambe paling sedikit dengan satu kasus.
Sebagai langkah pengendalian, DKPP Jember mulai menggencarkan vaksinasi ternak berisiko. Vaksin tersebut bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebanyak 640 botol.
“Satu botol berisi 25 dosis. Saat ini, vaksinasi sudah berjalan dan difokuskan pada wilayah-wilayah yang teridentifikasi memiliki kasus PMK,” kata Henry, saat on air Halo RRI, Jumat (30/1/2026).
Henry menjelaskan, meningkatnya kasus PMK pada Januari dipengaruhi kondisi cuaca yang kurang mendukung, terutama minimnya paparan sinar matahari.
Sehingga berdampak pada penurunan daya tahan tubuh ternak. Meski demikian, sebagian besar ternak yang terjangkit menunjukkan proses pemulihan yang relatif cepat, setelah mendapatkan vaksin.
Namun, DKPP mencatat satu kasus kematian sapi di Kecamatan Puger. Hal itu terjadi karena pemilik ternak menolak untuk vaksinasi.
“Untuk mencegah penyebaran lebih luas, petugas memperketat isolasi di sekitar lokasi kasus dengan memperkuat pengawasan di zona penyangga,” kata dia.
Menjelang Ramadan, DKPP Jember juga meningkatkan upaya edukasi kepada peternak. Edukasi terkait PMK telah dilakukan secara masif sejak 2024.
Hal itu terus diperkuat pada 2025, terutama terkait pentingnya vaksinasi dan pengawasan kesehatan ternak. Henry mengimbau para peternak agar memanfaatkan layanan vaksinasi gratis yang masih tersedia.
Mengingat PMK memiliki tingkat penularan yang tinggi, vaksinasi dinilai menjadi langkah paling efektif untuk melindungi ternak sekaligus menekan potensi kerugian ekonomi peternak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....