Sosok Pak Sidomuncul, Konsisten Di Jalur Kemanusiaan

  • 28 Jan 2026 00:53 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Di balik riuhnya arus dua sungai yang bertemu di bawah Jembatan Gendir, yakni Kali Jompo dan Kali Sumber Kembang yang berhulu di Pegunungan Argopuro, hidup seorang lelaki sederhana bernama Edi Suryanto yang akrab disapa Pak Sidomuncul. Lelaki paruh baya yang tinggal di batas desa Klungkung Kecamatan Sukorambi Kabupaten Jember. Tinggal tak jauh dari titik pertemuan dua aliran sungai itu, ia menjalani hari-hari dengan kesahajaan, menyatu dengan denyut alam yang kerap tak ramah saat cuaca buruk datang. Pilihan menjalani hidup manfaat di jalur kemanusiaan membuat Pak Sidomuncul selalu bersemangat sehat dalam kondisi bagaimanapun.

Ketika hujan deras mengguyur kawasan hulu, Pak Sidomuncul nyaris tak pernah absen memantau kenaikan debit air sungai. Dengan keterbatasan yang ia miliki, lelaki kelahiran Madura ini sigap mengamati perubahan arus, warna air, hingga tanda-tanda alam yang kerap luput dari perhatian. Informasi yang ia kumpulkan kemudian disebarkan melalui jaring komunikasi mmenggunakan alat komunikasi HT sederhana kepada warga dan pihak terkait, sebagai peringatan dini akan potensi banjir. Masyarakat pengguna frekuensi komunikasi mengenal pak Sidomuncul sebagai penunggu repeater (Radio Pancar Ulang) Argopuro 359. Sebuah repeater yang dibangun dua bersaudara Nanang Zulkarnain dan Erwin Zulfikar, putra Faisol bin Mahfudz Shiddiq. Di repeater inilah Pak Sidomuncul setia bersuara meski dengan keterbatasan penggunaan bahasa Indonesia. Kemunculannya sangat ditunggu terutama saat cuaca tidak bersahabat. 

Apa yang dilakukan Pak Sidomuncul bukanlah demi pujian atau kepentingan pribadi. Di tengah hidup yang sangat sederhana, ia memilih berjalan di jalur kemanusiaan, menjadi mata dan telinga bagi masyarakat bantaran sungai yang saban musim hujan berada dalam ancaman. Ketekunannya menjelma manfaat nyata, menjaga banyak keluarga agar lebih waspada dan siap menghadapi kemungkinan terburuk dari luapan sungai.

Senin sore, 26 Januari 2026, kabar duka menggetarkan repeater Argopuro 359. Pak Sidomuncul meninggal tertimpa pohon saat sedang melakukan giat sosial, bergotong royong memperbaiki jalan desa di kawasan yang tak jauh dari rumahnya. Lelaki sederhana yang memilih berjalan di jalur kebaikan kembali ke pelukan Sang Pencipta membawa amal kemanfaatan, meninggalkan pelajaran berharga bagi siapapun yang mengenalnya. Selamat Jalan Pak Edi Suryanto, pak Sidomuncul, yang kemunculannya sangat berharga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....