Cerita Kompetisi Skripsi Terbaik Fakultas Syariah UIN KHAS

  • 25 Jan 2026 19:45 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Aula Lantai 2 Gedung Fakultas Syariah UIN KHAS Jember, Kamis, 22 Januari 2026 suasana terasa berbeda. Empat mahasiswa duduk di depan ruangan, bukan sebagai peserta ujian biasa, tetapi sebagai representasi karya ilmiah terbaik yang lahir dari ruang-ruang riset mahasiswa Fakultas Syariah. Di hadapan dosen, reviewer, dan civitas akademika, mereka membawa skripsi yang tidak hanya akademis, tetapi juga refleksi kegelisahan ilmiah dan kepedulian sosial.

Kompetisi Skripsi Terbaik Tingkat Fakultas Syariah tahun 2026 menjadi puncak perjalanan panjang riset mahasiswa lintas program studi Hukum Keluarga, Hukum Ekonomi Syariah, Hukum Tata Negara, dan Hukum Pidana Islam. Dua hari sebelumnya, mereka telah melalui seleksi ketat di tingkat prodi, sebelum akhirnya melaju ke panggung fakultas.

Bagi Ahmad Faizzul Haq, mahasiswa Hukum Keluarga, skripsinya tentang Implementasi Tarjih Maqasidi terhadap ikhtilaf ulama terkait idah wanita hamil akibat zina bukan sekadar kajian fikih. Ia ingin menghadirkan perspektif hukum Islam yang lebih kontekstual dan berpihak pada kemaslahatan.

“Perbedaan pendapat ulama adalah kekayaan, tapi harus dibaca dengan pendekatan maqasid,” ujarnya saat presentasi.

Sementara itu, Satria Arya Bagus Andhika dari Hukum Ekonomi Syariah mengangkat isu yang sangat praktis: sistem anti-fraud pada lembaga keuangan mikro PNM Mekaar. Penelitiannya lahir dari kegelisahan akan potensi penyimpangan di sektor keuangan syariah yang seharusnya menjunjung integritas.

Di sisi lain, Ahmad Salman Badruz Zaman As-Suja’i dari Hukum Tata Negara membawa isu global ke ruang akademik syariah: perlindungan anak dalam konflik bersenjata dalam perspektif hukum internasional dan fiqih siyasah. Ia mencoba menjembatani hukum internasional modern dengan khazanah hukum Islam klasik.

Adapun Alviyatul Munawaroh Kahpi dari Hukum Pidana Islam menyoroti persoalan korupsi bernilai kecil yang kerap luput dari perhatian: pengembalian kerugian negara di bawah Rp50 juta yang dilakukan aparatur sipil negara. Penelitiannya membuka diskusi tentang keadilan, efek jera, dan sistem hukum pidana yang proporsional.

Kompetisi ini dinilai oleh dua reviewer berpengalaman, Prof. Dr. H. Ahmad Junaidi, M.Ag. dan Dr. KH. Abdul Kholiq Syafa’at, M.A., yang menyoroti tidak hanya isi skripsi, tetapi juga metodologi dan cara mahasiswa mempertahankan argumen ilmiahnya.

Sekretaris Jurusan Fakultas Syariah, Fathor Rohman, M.Sy., dalam sambutannya menegaskan bahwa kompetisi ini bukan sekadar lomba. “Tujuannya untuk meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa, menjadikan skripsi terbaik sebagai kiblat penulisan skripsi, dan mendorong publikasi ilmiah,” ujarnya.

Bagi Fakultas Syariah, skripsi terbaik bukan hanya dokumen akademik, tetapi peta jalan riset mahasiswa ke depan. Ajang ini diharapkan melahirkan tradisi ilmiah yang kuat bahwa skripsi bukan sekadar syarat kelulusan, melainkan kontribusi intelektual bagi pengembangan ilmu syariah dan hukum.

Di akhir acara, sesi tanya jawab berlangsung hangat. Mahasiswa, dosen, dan audiens berdiskusi kritis, menandakan bahwa skripsi-skripsi ini telah memantik percakapan akademik yang lebih luas.

Kompetisi Skripsi Terbaik Fakultas Syariah UIN KHAS Jember pun menjadi ruang lahirnya peneliti muda—yang kelak diharapkan bukan hanya menjadi sarjana, tetapi juga pemikir dan praktisi hukum syariah yang relevan dengan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....