Rektor UIN KHAS: Shalat Menggerakkan Moral dan Peradaban

  • 21 Jan 2026 02:51 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Rektor UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM., menegaskan bahwa kekuatan ajaran Islam tidak terletak pada kemeriahan peringatan hari besar, melainkan pada konsistensi menjalankan shalat dan kemampuannya membentuk moral serta tanggung jawab sosial sivitas akademika.

Pesan tersebut disampaikan Rektor dalam kegiatan Lepas Pisah Takmir Masjid Sunan Ampel sekaligus Refleksi Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Sunan Ampel UIN KHAS Jember, Selasa (20/1/2026).

Menurut Prof. Hepni, peringatan Isra’ Mi’raj harus menjadi momentum evaluasi diri, sejauh mana shalat benar-benar dihayati dan diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Ia menekankan bahwa syariat Islam harus dijalankan secara kokoh dan konsisten, bukan berhenti pada simbol dan seremoni.

“Syariat itu harus mantep. Kekuatan Islam bukan pada perayaannya, tetapi pada shalat yang disiplin, berjamaah, dan berimplikasi pada akhlak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rektor menempatkan masjid sebagai pusat kehidupan kampus yang strategis. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai ruang ibadah, tetapi juga pusat dakwah, penguatan moral, dan kepedulian kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa masjid idealnya mampu memakmurkan jamaahnya melalui kontribusi nyata di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial.

“Masjid harus dimakmurkan dan sekaligus memakmurkan. Di sinilah shalat bertemu dengan keadilan sosial dan dzikir bertaut dengan tanggung jawab kemanusiaan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut diawali dengan shalat Dzuhur berjamaah yang diikuti jajaran pimpinan universitas, mulai dari Rektor, pimpinan senat, para wakil rektor, dekan, direktur pascasarjana, hingga staf rektorat. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur’an, istighasah, serta prosesi lepas pisah takmir lama dan pengukuhan takmir baru Masjid Sunan Ampel.

Sebagai penguatan refleksi spiritual, Dekan Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Fawaizul Umam, M.Ag., menyampaikan pemaknaan Isra’ Mi’raj sebagai “peringatan spiritual” bagi umat Islam. Ia mengingatkan bahwa shalat merupakan sarana perjalanan batin yang seharusnya mampu menggerakkan manusia menuju kebaikan dan keteguhan hidup.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Melalui momentum ini, UIN KHAS Jember menegaskan kembali komitmennya menjadikan masjid sebagai jantung spiritual kampus dan shalat sebagai fondasi pembentukan moral serta peradaban akademik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....