Satgas Pangan Banyuwangi Sidak Pasar jelang Ramadan
- 12 Feb 2026 19:01 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Banyuwangi melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadan. Sidak dilakukan di Pasar Blambangan dan Pasar Banyuwangi, Kamis, 12 Februari 2026, melibatkan tim gabungan Pemkab Banyuwangi, kepolisian, dan Bulog.
Sidak dilakukan dengan mengecek dan memantau harga bahan pokok serta memastikan stok aman di pasaran. Hasil sidak menunjukkan harga bahan pokok relatif stabil, meskipun terdapat kenaikan pada beberapa komoditas pangan.
“Terjadi kenaikan salah satunya pada cabai rawit, itu sampai Rp75 ribu. Meski begitu stoknya aman, begitupun dengan bahan pokok lainnya juga masih aman,” tutur Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi Danang Hartanto, Kamis 12 Februari 2026.
Selain memantau harga, tim Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispertan Banyuwangi juga melakukan rapid test pada daging yang dijual di pasar. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peredaran daging oplosan maupun yang mengandung bahan kimia berbahaya.
“Hasilnya, daging yang beredar di pasaran aman, halal, dan layak konsumsi. Sebelum itu, kami juga telah melakukan pengecekan di Rumah Potong Hewan sebelum daging diedarkan,” ujar Danang.
Wakasatreskrim Polresta Banyuwangi Iptu Didik Hariyono mengatakan, sejauh ini belum ditemukan pelanggaran signifikan terkait permainan harga bahan pokok. Harga minyak goreng dan beras masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), begitu juga harga daging stabil di kisaran Rp130 ribu.
Didik menegaskan kepolisian akan menindak tegas pelaku yang memainkan harga maupun melakukan penimbunan bahan pokok menjelang Ramadan dan Lebaran. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh untuk melindungi masyarakat dari lonjakan harga yang tidak wajar.
“Karena ini masuknya sudah pidana. Tentu pengawasan kita lakukan secara menyeluruh guna memastikan harga tidak melebihi harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah,” ungkap Didik.
Kepala Bulog Kantor Cabang Banyuwangi Dwiana Puspitasari mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying. Hal ini karena stok beras dan minyak goreng di gudang Bulog dipastikan aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat Banyuwangi.
“Stok beras kita mencapai 94.000 ton. Ini sangat meng-cover kebutuhan Banyuwangi. Bahkan kita bisa menyuplai ke daerah yang defisit beras seperti Papua, NTT, dan Bali,” ucap Dwiana.
Dwiana menambahkan, kuota minyak goreng rakyat juga bertambah dengan harga sesuai HET Rp15.700. Setiap kios yang mendapat suplai Bulog diwajibkan memasang banner, stiker, dan imbauan agar tidak menjual di atas harga yang ditentukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....