Pecel Walisongo Jember, Legendaris sejak 1970-an

  • 18 Agt 2026 10:52 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Pecel Walisongo di Jalan Sultan Agung, Jember, masih ramai didatangi pelanggan meski lokasinya berada di dalam gang sempit. Warung yang sudah ada sejak era 1970-an tersebut kini diteruskan oleh generasi ketiga, Eni, anak dari pemilik sebelumnya. Setiap hari, pelanggan datang sejak pukul 06.00 WIB untuk menikmati pecel dan beragam lauk pendamping hingga warung tutup sekitar pukul 12.00 WIB.

Nama Pecel Walisongo juga memiliki cerita dari perjalanan warung tersebut. Dahulu, lokasi warung berada di antara toko yang bernama Walisongo. Nama itu kemudian digunakan untuk menyebut warung pecel dan tetap dipertahankan hingga sekarang.

Meski sederhana, menu yang ditawarkan cukup beragam. Pecel disajikan bersama sayuran dan bumbu kacang, kemudian dapat ditambah dengan lodeh tewel atau nangka muda. Ada pula olahan daging sapi dengan cita rasa yang menyerupai rendang sebagai salah satu kondimen yang menjadi pilihan pelanggan.

Untuk satu porsi dengan tambahan daging tersebut, harganya sekitar Rp23.000. Pilihan lauk lainnya tersedia, mulai dari empal daging, paru, perkedel, hingga lauk pendamping lainnya.

Bagi Eni, meneruskan warung yang sudah berjalan selama puluhan tahun menjadi bagian dari perjalanan keluarganya. Ia masih mempertahankan sajian yang selama ini dikenal pelanggan.

"Sampai sekarang masih diteruskan keluarga. Dari dulu memang jualannya di sini dan resepnya tetap dipertahankan," ujar Eni.

Pelanggan lama menjadi bagian dari keseharian Pecel Walisongo. Salah satunya Asih, yang kini menetap di Surabaya. Setiap kali berkunjung ke Jember, ia selalu menyempatkan diri datang ke warung tersebut, Senin (03/08/2026).

Asih mengaku sudah menjadi pelanggan sejak masih kuliah sekitar tahun 2000-an. Meski kini tinggal di Surabaya, Pecel Walisongo tetap masuk dalam daftar kuliner yang wajib dicari ketika kembali ke Jember.

"Kalau ke Jember, Pecel Walisongo ini wajib. Saya sudah langganan sejak masih kuliah sekitar tahun 2000-an. Sekarang sudah tinggal di Surabaya, tapi kalau berkunjung ke Jember tetap menyempatkan makan di sini," kata Asih.

Antrean pelanggan biasanya mulai terlihat pada pagi hari. Lokasi yang berada di dalam gang tidak menghalangi pelanggan untuk datang, termasuk mereka yang sudah mengenal warung tersebut sejak lama.

Pecel Walisongo menjadi salah satu kuliner Jember yang masih bertahan dari generasi ke generasi. Menu pecel dengan lodeh tewel, pilihan lauk, serta cita rasa yang dipertahankan membuat warung sederhana ini tetap dicari, termasuk oleh pelanggan yang kini sudah tinggal di luar Jember.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....