Ayam Betutu: Ikon Kuliner Rempah Khas Pulau Bali

  • 02 Jun 2026 12:30 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Kuliner Bali dikenal dengan racikan bumbu yang kuat serta proses memasak yang tidak sekadar soal rasa, tetapi juga bagian dari tradisi. Di balik setiap hidangan, terdapat kebiasaan masyarakat yang lekat dengan upacara adat, kebersamaan, dan warisan budaya yang terus dijaga hingga sekarang. Dari sekian banyak sajian khasnya, ayam betutu menjadi salah satu yang paling dikenal dan sering disebut sebagai ikon kuliner Pulau Dewata.

Menurut jurnal "Betutu Bali: Menuju Kuliner Diplomasi Budaya Indonesia" karya I Made Purna dan Kadek Dwikayana yang dimuat dalam Patanjala: Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya pada Juni 2019, ayam betutu merupakan hidangan khas Bali yang diolah menggunakan bumbu genep, racikan rempah lengkap yang menjadi ciri khas kuliner Bali. Istilah "betutu" berasal dari kata be yang berarti daging atau ikan dan tunu yang berarti dibakar atau dipanggang. Nama tersebut menggambarkan teknik memasak betutu yang dilakukan secara perlahan sehingga bumbu dapat meresap hingga ke dalam daging.

Ciri khas utama ayam betutu terletak pada penggunaan bumbu genep yang terdiri dari berbagai rempah dan bumbu dapur yang diolah menjadi satu racikan. Bumbu tersebut dimasak bersama ayam hingga meresap sempurna. Proses memasak yang memakan waktu cukup lama inilah yang membuat ayam betutu memiliki cita rasa yang kaya, aroma rempah yang kuat, serta tekstur daging yang empuk.

Pada awalnya, ayam betutu lebih banyak hadir dalam berbagai kegiatan adat dan upacara keagamaan masyarakat Bali. Seiring perkembangan zaman, hidangan ini tidak lagi terbatas pada acara tradisional dan mulai dikenal oleh masyarakat yang lebih luas. Dalam jurnal tersebut juga disebutkan bahwa betutu telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia, menegaskan posisinya sebagai salah satu kekayaan kuliner Nusantara yang memiliki nilai budaya tinggi.

Kini, ayam betutu sudah mudah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Banyak rumah makan khas Bali yang menyajikan menu ini sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke Pulau Dewata untuk menikmatinya. Cita rasanya yang khas membuat ayam betutu cepat diterima dan menjadi salah satu menu favorit di berbagai tempat makan.

Ketertarikan terhadap kuliner khas Bali ini juga dirasakan oleh Awan, warga Jember. Awalnya, ia mengira ayam betutu memiliki cita rasa yang tidak jauh berbeda dengan olahan ayam pedas yang pernah dicobanya. Namun setelah mencicipi, ia merasakan perpaduan rempah yang lebih kompleks dengan aroma yang khas. Menurutnya, rasa seperti itu jarang ditemui pada olahan ayam lainnya, terutama karena bumbunya benar-benar meresap hingga ke dalam daging.

Seiring berkembangnya tren kuliner, ayam betutu juga mengalami inovasi, salah satunya hadir dalam bentuk ayam betutu goreng. Jika versi tradisionalnya dimasak perlahan hingga bumbu meresap sempurna, versi goreng menawarkan tekstur yang lebih renyah di bagian luar tanpa menghilangkan kekayaan rasa rempah di dalamnya. Perpaduan antara tradisi dan inovasi ini membuat ayam betutu tetap relevan dan terus digemari hingga sekarang, sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Bali kepada generasi yang lebih muda.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....