Katsu Ayam Tusuk Banyuwangi, Usaha Mahasiswa Cuan di Ramadhan

  • 02 Mar 2026 09:06 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Sejak 2026, mahasiswa Banyuwangi Desi dan Andri menghadirkan inovasi kuliner bernama katsu ayam tusuk Banyuwangi. Usaha ini menjadi peluang cuan di bulan Ramadhan dengan konsep makanan enak, bergizi, dan ramah di kantong.

Ide usaha mahasiswa Banyuwangi ini terinspirasi dari tren kuliner di sosial media yang banyak diminati anak muda. Melihat peluang tersebut, Desi dan Andri berinisiatif menciptakan produk yang tidak hanya mengikuti tren tetapi juga memiliki nilai gizi tinggi. Momentum Ramadhan dipilih karena permintaan makanan berbuka puasa meningkat signifikan. Mereka memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar berwirausaha sekaligus menambah penghasilan. Langkah ini membuktikan bahwa mahasiswa bisa produktif sejak dini.

Nama katsu ayam tusuk dipilih karena bentuknya menyerupai katsu pada umumnya, namun dibuat lebih kecil dan menggunakan tusuk agar praktis. Produk ini terbuat dari ayam marinasi yang dibalut tepung roti renyah. Proses marinasi membuat rasa gurih meresap hingga ke dalam daging. Tekstur renyah di luar dan lembut di dalam menjadi daya tarik utama. Konsep sederhana ini justru membuatnya mudah diterima berbagai kalangan.

Keunggulan katsu ayam tusuk Banyuwangi terletak pada kandungan proteinnya yang lebih tinggi. Daging dada ayam digunakan tanpa campuran tepung sebagai bahan utama, sehingga kualitas gizinya tetap terjaga. Dibandingkan camilan lain yang dominan tepung, produk ini lebih mengenyangkan dan sehat. Harganya pun ekonomis sehingga cocok untuk pelajar, mahasiswa, hingga keluarga. Perpaduan rasa lezat dan harga terjangkau menjadi kekuatan utama usaha ini.

Untuk saat ini, penjualan dilakukan dengan sistem open pre-order melalui platform sosial media. Strategi digital ini membantu menjangkau lebih banyak pelanggan secara efektif. Katsu ayam tusuk Banyuwangi sementara dipasarkan di daerah Jajag dan Genteng Banyuwangi. Respons masyarakat cukup positif, terutama menjelang waktu berbuka puasa. Banyak pelanggan merasa produk ini cocok sebagai camilan maupun lauk tambahan.

Melalui usaha katsu ayam tusuk Banyuwangi, Desi dan Andri ingin menunjukkan bahwa mahasiswa dan anak muda bisa memanfaatkan momen Ramadhan untuk hal produktif. Kreativitas dan keberanian memulai menjadi kunci dalam membangun peluang usaha. Dari ide sederhana di sosial media, lahirlah bisnis yang menghasilkan cuan. Semangat inilah yang diharapkan dapat menginspirasi generasi muda lainnya. Ramadhan bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga momentum untuk berkembang dan mandiri secara finansial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....