Perbedaan Trauma Akustik dan Gangguan akibat Bising

  • 21 Sep 2026 11:29 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Paparan suara keras dapat memengaruhi kesehatan pendengaran dengan pola yang berbeda. Dalam dunia medis, kondisi akibat suara yang sangat keras dan mendadak memiliki istilah yang berbeda dengan gangguan yang berkembang akibat paparan bising berulang atau berkepanjangan.

Hal tersebut disampaikan oleh Dokter muda, Vivit Faisa pada Jumat, 18 September 2026 pada program Jaga Malam Pro 2 RRI Jember yang menjelaskan perbedaan kedua kondisi tersebut saat membahas dampak suara keras, termasuk paparan sound system dalam kegiatan karnaval dan sound horeg.

Menurut Vivit, trauma akustik merujuk pada gangguan pendengaran akibat paparan suara yang sangat keras dan terjadi secara mendadak. Contohnya adalah suara ledakan atau suara impulsif yang ekstrem.

“Sementara noise-induced hearing loss atau gangguan pendengaran akibat bising biasanya berkembang akibat paparan suara bising yang berulang atau berkepanjangan,” ujar Vivit.

Ia menjelaskan, kedua kondisi tersebut sama-sama berkaitan dengan paparan suara keras, tetapi pola paparannya berbeda.

“Jadi, keduanya sama-sama berkaitan dengan suara keras, tetapi pola paparannya bisa berbeda,” katanya.

Vivit juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi telinga setelah berada di lingkungan dengan suara sangat keras. Tinnitus yang menetap, telinga terasa penuh, atau penurunan pendengaran yang jelas menjadi kondisi yang perlu diperhatikan.

Dengan memahami perbedaan pola paparan tersebut, masyarakat diharapkan tidak menganggap suara keras sebagai persoalan sepele, terutama apabila paparan terjadi berulang kali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....