Tenaga Kesehatan dan TNI di Jogotrunan Dampingi PSN dan Fogging

  • 18 Sep 2026 19:53 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Lumajang- Upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) terus digencarkan di wilayah Kecamatan Lumajang. Babinsa Jogotrunan Koramil 0821-01/Lumajang, Serda Jaelani Fitmansyah, melaksanakan pendampingan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui fogging di kawasan RW 018, Kelurahan Citrodiwangsan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat 18 September 2026

Kegiatan fogging tersebut dilaksanakan bersama Pemerintah Kelurahan Citrodiwangsan dan pengurus RW setempat, sebagai bentuk sinergi TNI dan pemerintah kelurahan dalam menjaga kebersihan lingkungan serta mengantisipasi perkembangbiakan nyamuk _Aedes aegypti_ penyebab DBD.

Ketua RW 018, Samsul Arifin, bersama warga turut mendampingi pelaksanaan kegiatan yang menyasar lingkungan pemukiman padat penduduk.

Di lokasi, Serda Jaelani Fitmansyah memastikan pelaksanaan fogging berjalan tertib dan menjangkau seluruh sudut lingkungan warga.

"Pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian dan sinergi Babinsa bersama Pemerintah Kelurahan dalam menjaga kesehatan masyarakat. Kami mengajak warga untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan rutin menguras, menutup, dan membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk," ujar Serda Jaelani Jumat 18 September 2026

Menurut dia, fogging hanya efektif untuk membasmi nyamuk dewasa. Pemberantasan sarang nyamuk secara berkelanjutan melalui gerakan 3M Plus harus tetap menjadi prioritas utama masyarakat.

Senada, Ketua RW 018 Samsul Arifin menegaskan bahwa fogging merupakan langkah bersama untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

"Kami mengajak seluruh warga RW 018 untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Fogging ini merupakan salah satu upaya pencegahan, namun yang paling penting adalah kesadaran masyarakat untuk secara rutin membersihkan tempat-tempat yang dapat menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk," ungkapnya.

Ia mengimbau warga tidak hanya mengandalkan fogging, melainkan aktif melakukan pemeriksaan jentik secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan sinergi antara Babinsa, pemerintah kelurahan, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari potensi penyebaran DBD.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....