Dinkes Banyuwangi: 28 Pasien Cuci Darah Berusia di Bawah 30 Tahun

  • 14 Sep 2026 01:10 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Banyuwangi – Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi mengungkap ada sebanyak 28 pasien masih berusia di bawah 30 tahun, harus menjalani hemodialisis atau cuci darah. 28 paseien yang tersebar di sejumlah wilayah di Banyuwangi harus menjalani cuci darah akibat gagal ginjal stadium lima.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan tren penyakit metabolik, seperti hipertensi, penyakit jantung, stroke, hingga gagal ginjal, terus meningkat sepanjang 2026. Data tersebut dihimpun dari empat rumah sakit utama di Banyuwangi, yakni RSUD Blambangan, RSUD Genteng, RS Al Huda, dan RS Bakti Husada Glenmore.

“Yang memprihatinkan ada 28 kasus yang usianya kurang dari 30 tahun,” kata Amir, Minggu, 13 September 2026.

Menurut Amir, salah satu penyebab gagal ginjal adalah kurangnya asupan cairan dan nutrisi yang memadai. Ia menjelaskan kebutuhan ideal tubuh sekitar dua liter air atau setara delapan gelas setiap hari untuk membantu menjaga fungsi ginjal.

Selain itu, Dinkes juga menyoroti tingginya konsumsi makanan dan minuman tinggi gula di kalangan remaja. Minuman instan, minuman bersoda, hingga berbagai makanan kekinian yang dikonsumsi berlebihan dinilai meningkatkan risiko penyakit metabolik apabila tidak diimbangi pola hidup sehat.

Kondisi tersebut diperparah dengan rendahnya konsumsi sayur dan buah serta minimnya aktivitas fisik. Menurut hasil pemantauan Dinkes, banyak anak dan remaja lebih banyak menghabiskan waktu menggunakan gawai dibanding berolahraga secara rutin.

“Sudah asupan nutrisinya kurang, aktivitas fisiknya kurang juga, nah ini berisiko,” tegas Amir.

Dinkes Banyuwangi akan terus mengintensifkan edukasi mengenai pola hidup sehat melalui fasilitas kesehatan dan sekolah. Masyarakat diimbau memperbanyak konsumsi air putih, memenuhi kebutuhan gizi seimbang, serta rutin berolahraga.

Sesuai rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), aktivitas fisik dianjurkan sedikitnya 150 menit per minggu atau sekitar 30 menit sehari selama lima hari. Dinkes berharap kebiasaan tersebut dapat menekan risiko penyakit metabolik dan gagal ginjal pada usia produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....