Kebiasaan Digital Pengaruhi Kualitas Istirahat Malam

  • 02 Sep 2026 11:25 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Penggunaan perangkat digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Ponsel, tablet, komputer hingga televisi sering digunakan hingga menjelang waktu tidur. Kebiasaan tersebut dapat memengaruhi kesiapan tubuh untuk memasuki waktu istirahat.

Dokter spesialis kedokteran tidur asal Amerika Serikat, Abhinav Singh (2026), menjelaskan bahwa cahaya merupakan salah satu faktor penting yang mengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Paparan cahaya buatan pada malam hari, termasuk dari layar perangkat elektronik, dapat mengganggu proses alami tubuh dalam mempersiapkan diri untuk tidur.

Cahaya juga berkaitan dengan produksi melatonin, yaitu hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk. Penggunaan perangkat dengan layar pada malam hari dapat membuat seseorang tetap berada dalam kondisi terjaga, terutama ketika aktivitas tersebut dilakukan dalam waktu lama atau sangat dekat dengan waktu tidur.

Selain paparan cahaya, aktivitas digital juga dapat membuat pikiran tetap aktif. Membalas pesan, membuka media sosial, menonton video atau menyelesaikan pekerjaan melalui perangkat elektronik membuat otak terus menerima rangsangan ketika tubuh seharusnya mulai memasuki fase istirahat.

Sleep Foundation pada 2026 menjelaskan bahwa penggunaan perangkat elektronik di kamar tidur dapat menunda waktu seseorang benar-benar tertidur. Cahaya dari layar dan aktivitas yang dilakukan melalui perangkat juga dapat mengganggu ritme sirkadian serta membuat seseorang lebih sulit menenangkan pikiran sebelum tidur.

Karena itu, memberikan jeda dari perangkat digital sebelum tidur dapat menjadi bagian dari rutinitas istirahat yang lebih sehat. Waktu menjelang tidur dapat dialihkan untuk aktivitas yang lebih tenang seperti membaca buku, melakukan peregangan ringan, mandi air hangat atau mendengarkan musik dengan suasana yang menenangkan.

Pengaturan pencahayaan juga perlu diperhatikan. Cahaya ruangan yang lebih redup pada malam hari dapat membantu tubuh mengenali bahwa waktu istirahat semakin dekat. Jika perangkat elektronik masih harus digunakan, tingkat kecerahan layar dapat dikurangi dan pengguna sebaiknya menghindari penggunaan dalam waktu lama menjelang tidur.

Mayo Clinic juga menyarankan untuk menghindari penggunaan layar yang memancarkan cahaya dalam waktu lama sebelum tidur. Menciptakan lingkungan kamar yang gelap, tenang dan nyaman dapat membantu tubuh memasuki kondisi yang lebih mendukung untuk beristirahat.

Kualitas tidur pada akhirnya tidak hanya dipengaruhi oleh durasi tidur, tetapi juga kebiasaan yang dilakukan sebelum seseorang memejamkan mata. Mengurangi aktivitas digital pada malam hari dapat menjadi langkah sederhana untuk membantu tubuh dan pikiran beralih dari kondisi aktif menuju waktu istirahat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....