Waspada Bahaya ISPA akibat Kabut Asap
- 31 Agt 2026 07:21 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Fenomena kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, maupun kebiasaan masyarakat membakar sampah secara terbuka, memicu peningkatan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Masyarakat diimbau untuk lebih mengenali gejala dan melakukan langkah pencegahan agar saluran pernapasan tidak mengalami iritasi akut.
Dalam dialog program Ngumpul JAGA MALAM PRO 2 RRI Jember bertajuk "ASAP MODE ON, PARU-PARU MODE OFF : WASPADA ISPA!", perwakilan SCOPH CIMSA Universitas Jember (UNEJ), Marsha Dwi Ramadhani, menjelaskan bahwa asap kebakaran mengandung partikel halus dan gas beracun yang dapat melumpuhkan sistem pertahanan mekanis paru-paru.
| Baca juga: Tanda Kanker Serviks dari Telapak Kaki |
"Ketika terjadi kebakaran, asap yang dihirup ini ibarat serangan badai pasir beracun. Asap tersebut akan merusak lapisan pelindung hingga terkelupas, sementara pasukan pembersihnya akan lumpuh karena zat-zat yang terkandung racun dari asap itu," ungkap Marsha pada Jumat 28 Agustus 2026.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa terdapat beberapa kelompok masyarakat yang paling rentan terkena dampak buruk ISPA. Kelompok tersebut meliputi balita dan anak-anak usia 0-5 tahun, lansia di atas 60 tahun, penderita komorbid (seperti asma, PPOK, dan penyakit jantung), serta ibu hamil. Pada balita, kerentanan tertinggi disebabkan oleh laju napas yang lebih cepat dan sistem imun mukosa yang belum matang sempurna.
| Baca juga: Tanda Paru-paru Kotor |
Sebagai langkah pertolongan pertama dan mitigasi mandiri di rumah, Marsha menyarankan beberapa hal penting. Di antaranya adalah melakukan isolasi lingkungan dengan menutup rapat celah ventilasi rumah, mencuci hidung menggunakan larutan steril NaCl 0,9%, menjaga hidrasi optimal dengan minum air hangat 2 sampai 3 liter per hari, serta memperbanyak asupan vitamin antioksidan seperti Vitamin C dan E.
Jika penderita sudah menunjukkan tanda bahaya (red flag) seperti sesak napas berat, mengi, saturasi oksigen menurun, hingga demam tinggi yang menetap di atas 38,5 derajat Celcius, penanganan medis secara intensif harus segera diberikan.
"Ingat paru-paru kita cuma ada satu dan tidak ada cadangannya. Jadi kalau kalian sudah merasakan gejala ISPA seperti batuk kental, sesak napas, atau demam tinggi, jangan ditunda lagi untuk segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat," pungkas Marsha.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....